 |
 |
| |
| Theme Idea |
|
Hendrik Tio |
| Creative Director |
|
Hendrik Tio |
| Art Designer |
|
Wiko Haripahargio |
| Script Writer |
|
Vensia Tjhin |
| Script Editor |
|
Narliswandi P |
| Published Period |
|
05 Feb - 10 April 2000 |
| Copyright © |
|
Bhinneka Mentari Dimensi |
| co publisher |
|
Garputala |
|
eekor naga hilang pada saat dilahirkan. Konon naga kecil itu jatuh ke bumi dan hidup di antara binatang jinak. Perilakunya bak kawanan hewan memakan rumput dan berjalan di atas tanah. Suatu hari di cakrawala nan biru melintas gagah seekor naga besar, gemuruh gaum dan semburan bola apinya membuat jagat panik. Naga kecil memandang terpaku diam, terpesona di bawah kaki langit. Rupanya naga besar mengenalinya. Ia segera meluncur ke bawah mengangkat naga kecil dengan mulut dan cakar kokoh, membawanya ke angkasa, lalu melepas begitu saja. Naga kecil malang panik, terjun bebas. Sebelum sempat menyentuh bumi, naga besar menangkapnya kembali dan melontarkan lagi. Berkali-kali diperlakukan demikian rasa takutnya hilang. Kemarahan naga kecil bangkit. Sahdan, ia merentangkan sayap, memecah angkasa dengan semburan api maha dahsyat dan terbang. *
Wujudkan Impian Naga, tema situs kami kali ini. Memanfaatkan momentum memasuki tahun Naga Mas, pas dengan situasi yang dihadapi bangsa. Betapa dua tahun ini kita hidup dalam ketidak tentraman di negeri yang konon ramah tamah. Betapa kemiskinan dan kualitas hidup yang merosot tajam dalam kehidupan sebuah negeri yang konon kaya raya di perut bumi, laut dan di atas bumi yang subur makmur. Konon pula, negeri di obrak-abrik siluman tidak berhati nurani. Tapi, legenda selalu memenangkan naga nan sakti dari siluman buruk rupa.
Naga, simbol kebangkitan dan keberhasilan setelah melampaui ketakutan, kemarahan dan ketidakberdayaan. Juga memberi sebuah impian pada anak bangsa.
Impian adalah harapan dan semangat sebuah perjuangan, Bangsa Besar, Naga Mas dari Asia, suatu saat bagi Indonesiaku.
*sumber: The Artist's Way at Work, hal 23 William Morrow and Company, Inc.
|