 |
 |
| |
| Theme Idea |
|
Narliswandi P |
| Creative Director |
|
Wiko Haripahargio |
| Art Designer |
|
Wiko Haripahargio |
| Inspiration |
|
A Friend call 'NISC' |
| Script Writer |
|
Vensia Tjhin & Narliswandi P |
| Script Editor |
|
Narliswandi P |
| Published Period |
|
21 April - 20 Juni 2000 |
| Copyright © |
|
Bhinneka Mentari Dimensi |
| co publisher |
|
Garputala |
|
"Perempuan, dari kata dasar ‘empu’. Perempuan itu yang empu (memuliakan, mengasuh, membimbing) bumi, karna dari perempuanlah lahir kehidupan di bumi. Sang empu-an bumi mendapat pula tugas mulia merawat dan memelihara bumi." Sepenggal nasehat dari Bu Ani, wali kelas SMP Bal-kes.
Saat ini, ketika Indonesia merayakan kembali hari Kartini, kalimat itu kembali bergiang. Sudahkan Perempuan Indonesia menyadari dirinya adalah empuan bumi? Perempuan tidak menjadi pengabdi laki-laki. Namun perempuan memiliki pendapat, keinginan, pikiran dan kehidupannya sendiri, berani bertanggung jawab serta tidak dibatasi hak dan derajatnya sebagai manusia bebas.
Akhirnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengakui kekuatan perempuannya. Seperti yang dikatakan Tuti, tokoh Layar terkembang:
“Sesungguhnyalah hanya kalau perempuan dikembalikan derajatnya sebagai manusia, barulah keadaan bangsa kita dapat berubah. Jadi, perubahan kedudukan perempuan dalam masyarakat itu bukanlah semata-mata kepentingan perempuan. Kaum laki-laki yang insyaf akan kepentingan yang lebih mulia dari kepentingan hatinya yang loba sendiri tentu akan harus mengakui itu.”
Selain memperingati Kartini, kini bila kita lihat secara faktual, perempuan sudah duduk sebagai Wakil presiden. Perempuan muda seperti Chofifah Parawansa, 35, memimpin sebuah Departemen sebagai Menteri. Di bidang pengetahuan, kita mungkin belum lupa pada Pratiwi Sudharmono, pakar Biotek, yang calon astronot itu. Dan tentunya jutaan perempuan Indonesia lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang telah melahirkan, mendidik anak bangsa yang mumpuni.
Begitu besar jasa mereka. Untuk itulah kami hadir dengan thema perempuan. Lebih jauh lagi, siapa tahu ke depan akan lahir "Bill Gates"-nya Indonesia dari kaum perempuan pula!
Kami juga sempat mewawancarai beberapa profil wanita mengenai tanggapan mereka tentang dunia internet sekarang ini.
untuk singkatnya, silakan baca komentar mereka.
* Layar Terkembang, St. Takdir Alisjahbana, hal 40, PT Balai Pustaka
|