Persaingan antara Microsoft dan Apple merupakan sebuah legenda. Keduanya bertarung dalam banyak kategori seperti komputer, ponsel, dan pemutar musik. Persaingan antara keduanya juga membuat proporsinya ini menjadi sebuah cerita yang epik.
Pada Juni 2009, Microsoft menetapkan mengubah kebijakan perusahaan tentang pembayaran tagihan ponsel selama karyawannya menggunakan alat yang digunakan berbasiskan teknologi Microsoft. Hal tersebut berarti karyawan yang menggunakan iPhone atau BlackBerry tidak dapat lagi untuk mendapatkan reimburse tagihan ponsel mereka. Microsoft menyebutkan bahwa pengambilan langkah ini dilakukan untuk menghemat uang.
Wall Street Journal melaporkan, meskipun fakta bahwa pekerja Microsoft menggunakan iPhone disukai ternyata penggunanya tersebut banyak sekali dan secara intensif menggunakannya. Mereka biasanya menggunakannya secara terbuka di kafe-kafe dan lokasi lain. Hampir 10.000 pekerja Microsoft mengakses sistem email Microsoft dengan menggunakan iPhone, dimana angka tersebut mewakili 10 persen dari tenaga kerja Microsoft secara global.
Para eksekutif Microsoft telah berusaha untuk mencegah hal ini menjadi preseden buruk. Microsoft, melalui Andy Lees dan Robbie Bach menyatakan dalam sebuah sesi tanya jawab bahwa penggunaan produk dari kompetitor dilakukan untuk mempelajari kompetisi yang sedang berlangsung. COO (Chief Operational Officer) Microsoft Kevin Turner juga membantah bahwa dirinya telah melarang staf sales untuk menggunakan iPhone. “Apa yang baik dilapangan adalah baik untuk Redmond”, jawabnya singkat. Redmond adalah markas Microsoft.
Tampaknya memang ada ketidaknyamanan menggunakan produk kompetitor di Microsoft. Meskipun diantara persaingan sehat yang berusaha keras dilakukan oleh keduanya, Apple dan Microsoft bersatu untuk mengatasi kompetitor keduanya. Yang terakhir adalah kemungkinan Bing untuk menggantikan Google sebagai mesin pencari pada iPhone. (anes)