Kepolisian China menutup website training hacker terbesar dan menangkap tiga orang terkait situs tersebut, tulis media setempat hari Sabtu.
Kepolisian Pusat Provinsi Hubei mulai menyelidiki Black Hawk Safety Net setelah mendapati beberapa orang anggotanya menggunakan program-program berbahaya yang disediakan situs tersebut untuk melakukan cybercrime, menurut beberapa surat kabar termasuk People Daily sebuah koran resmi partai komunis di China.
Penangkapan dilakukan dengan tuduhan pelanggaran atas revisi undang-undang kriminal China tahun lalu yang melarang desain dan distribusi berbagai alat hacking. Revisi tersebut menandaskan hukum China pertama yang melindungi publik dari pencurian data di dunia maya, merupakan salah satu dari usaha pemerintah China dalam menanggulangi cybercrime dalam setahun terakhir, dilaporkan pula penangkapan pelaku kejahatan seperti serangan malware umum terjadi di negara ini.
Situs forum dan chat sejenis Black Hawk Safety Net cukup popular di China yang menyediakan training tool hacking bagi para anggota, beberapa diantaranya harus membayar untuk mendapat layanan tambahan. Black Hawk memperoleh pemasukan 7 juta Yuan (US$1 juta) melalui biaya yang dibayarkan sebagian dari 180.000 anggota.
Sebelumnya Google menarik perhatian dunia karena hacking di China bulan lalu, terjadinya cyber attack dan sensor yang dilakukan terhadap hasil pencarian pada mesin pencari yang berbasis di China menjadi salah satu alasan Google untuk meninggalkan negara ini. Pemerintah China menyangkal terlibat dalam serangan tersebut dan menyatakan hukum di negaranya melarang kejahatan hacking. (fahrur)