Sebuah helikopter tanpa awak dirancang untuk mengangkut persediaan dan peralatan pasukan AS yang sedang berperang di Afghanistan sedang dikembangkan saat ini. Diberi nama The Kaman K-MAX, telah diadaptasi oleh perusahaan pertahanan yang banyak menelurkan pesawat untuk kebutuhan militer Lockheed Martin untuk dapat terbang tanpa pilot dan mampu membawa berat kargo sampai 6 ton yang berarti melebihi bobot helikopter ini sendiri.
Dikendalikan melalui laptop dari jarak jauh, dimana ground crew dapat mengontrol pesawat, memasukan flight plant, merinci misi penerbangan. Berarti dengan adanya helikopter ini akan mengurangi konvoi kendaraan pasukan AS yang lebih beresiko disergap dan dapat mengurangi korban dari pihak tentara AS, selain itu helikopter ini juga dapat terbang di wilayah medan pertempuran tanpa resiko tewasnya aircrew.
K-MAX memiliki memiliki winch empat beban yang berbeda pada masing – masing hook cargo dan dapat dilepaskan pada saat yang berbeda. Dalam keadaan membawa beban eksternal, helikopter ini dapat mencapai kecepatan maksimun 80 knot atau setara dengan 92mph.
Dalam perjanjian kontrak dengan Lockheed Martin, militer AS memiliki opsi untuk pengiriman helikopter ini tanpa batas waktu, sehingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti kapan helikopter ini dikirim ke militer AS. (Zacky)