Berbeda dengan Google yang berencana hengkang dari China akibat pemberlakuan sensor oleh pemerintah, Microsoft ternyata terus melangkah lebih jauh. Zhang Yaqin, pimpinan unit R&D Microsoft China menyatakan, perusahaan akan menanamkan dana US$500 juta untuk penelitian dan pengembangan di China tahun ini, ditambah US$150 juta untuk proyek diluar perusahaan.
Steve Ballmer sebelumnya menyatakan bahwa Microsoft tidak akan menarik diri dari China, sehingga pernyataan Zhang tidak terlalu mengejutkan. Ini merupakan sebuah indikasi bagaimana Microsoft sangat serius dalam menggarap potensi pasar China.
Kepada Reuter, Zhang yang mengepalai R&D Microsoft wilayah Asia-Pasifik menyatakan “Terlepas dari ada atau tidaknya Google, kami secara agresif terus mempromosikan mesin pencari dan cloud computing di China”.
Reuter mencatat bahwa Microsoft tidak secara praktis memperoleh pangsa pasar pencarian di China saat ini, dengan Biadu mencapai 63.9 persen dan Google mencapai 31.3 persen. Secara keseluruhan pasar layanan pencarian internet di China tumbuh sebesar US$293 Juta pada kuartal ketiga.
Artinya Microsoft seperti memanfaatkan celah perubahan di China, meski harus menghabiskan ratusan juta dolar untuk penelitian dan pengembangan tahun ini. China nantinya diperkirakan menjadi pasar pencarian terbesar di dunia dan Microsoft sangat yakin dengan kemungkinan keluarnya Google dan proses perubahan di Bing, berpotensi meningkatkan pendapatan secara signifikan. (fahrur)