SanDisk yang merupakan produsen terkemuka produk berbasis NAND flash mengungkapkan, perusahaan telah memulai produksi memory NAND flash menggunakan teknologi proses 19nm sesuai rencana pada kuartal keempat 2011. Perusahaan tersebut sangat berharap pada memory flash jenis baru tersebut dan menegaskan, ini akan membuat performa yang lebih baik, biaya rendah serta berbagai keunggulan lain.
Sanjay Mehrotra, Chief Executive Officer Sandisk dalam pertemuan dengan analis keuangan menyatakan, “Produksi dengan teknologi 19nm telah dimulai pada kuartal keempat dan akan berlangsung sepanjang 2012. Seperti penjelasan kami sebelumnya, skala NAND akan menjadi lebih kompleks bagi industri, sehingga transisi teknologi menyebabkan biaya menjadi lebih rendah. Teknologi 19nm akan membuat biaya lebih rendah dibanding dengan apa yang bisa kita capai melalui transisi 24nm.”
Pimpinan perusahaan tersebut juga mengungkapkan, saat ini SanDisk membuat memory NAND MLC (multi-level cell, 2-bit percell) dan TLC (3-bit per cell) menggunakan proses fabrikasi 19nm. Ia pun menyatakan, teknologi baru berada dalam jalur untuk meningkatkan pertumbuhan SanDisk secara keseluruhan pada tahun 2012.
Mehrotra mengakui bahwa memory NAND flash TLC saat ini belum tepat untuk aplikasi bisnis krusial perusahaan. Namun, sangat cocok untuk kebutuhan jenis solid-state drive consumer, seusai dengan visi Ryan Peterson yang merupakan pimpinan produsen SSD terkemuka, OCZ Technology.
Ia menambahkan, “Kami akan memantau peluang untuk 3bpc untuk SSD konsumer, sementara SSD enterprise kami sepenuhnya berharap pada 2bpc, mengingat kehandalan serta kinerja tinggi menjadi syarat mutlak aplikasi enterprise.” (fahrur)