Palm Pre dan Palm Pixi, dua ponsel pintar buatan Palm yang menggunakan sistem operasi (OS) webOS ternyata tidak begitu menggembirakan dalam penjualannya meskipun telah menggandeng operator terbesar di Amerika, Verizon.
Minggu ini, Palm memperkirakan pendapatan antara US$300 - US$320 juta pada kuartal ketiga fiskal mereka yang berakhir bulan ini. Angka tersebut lebih bila dibandingkan dengan angka yang diperkirakan oleh para analis, US$424.7 juta. Makin rendahnya ekspektasi pendapatan akan memperburuk penjualannya pula. Palm diperkirakan hanya akan mengeluarkan 750 ribu unit ponsel pintar mereka pada kuartal ini, turun dari angka 1 milyar unit seperti yang analis perkirakan. Sebagai hasil dari berita buruk ini, nilai saham Palm turun 24%.
’Penyumbang’ masalah Palm ini adalah karena Verizon tidak melakukan pemasaran yang agresif kepada Palm Pre dan lebih cenderung vokal ke ponsel Android. Chief Executive Office (CEO) Palm Jon Rubinstein bergerak cepat untuk mengatasi kegalauan dan ‘mengamankan’ hati para karyawan mereka dengan mengirimkan surat yang menyatakan bahwa dirinya merasa perusahaan akan membaik seiring adanya kerjasama dengan pihak Verizon. Dalam surat tersebut juga, Jon merencanakan untuk mengirimkan 200 brand ambassador ke toko-toko Verizon diseluruh Amerika untuk membantu penjualan ponsel pintar mereka. Lanjutnya lagi, Palm juga mempunyai dana sebesar US$500 juta yang dapat digunakan untuk memperbaiki posisi mereka saat ini.
Berita baik yang muncul adalah versi terbaru dari OS webOS untuk Palm Pre dan Palm Pixi telah hadir. Dengan nama webOS 1.4, update terbaru ini memperbaiki bug, merekam video dan editing-nya. Yang paling menarik perhatian dari OS ini adalah hadirnya versi awal Adobe Flash 10, dimana dengan memiliki Flash akses internet akan menjadi lebih kaya akan aplikasi permainan dan konten lainnya.
Palm sepertinya belum keluar dari persaingan ponsel pintar. (anes)