Research In Motion perusahaan yang memproduksi handset BlackBerry hari Rabu kamarin mengungkapkan, departemen pertahahan AS (DoD) telah memberi izin enam model BlackBerry 7 digunakan dalam jaringannya.
Izin ini makin memperluas kerjasama yang terjalin sejak lama dengan perusahaan smartphone yang terkenal memiliki keamanan tinggi ini. Izin tersebut memungkinkan pelanggan tunggal terbesar RIM untuk upgrade ke produk smartphone terbaru perusahaan asal Kanada tersebut, sambil menunggu diluncurkannya perangkat generasi baru BlackBerry 10 pada akhir tahun.
Tentara dan personil departemen pertahanan AS telah lama menggunakan ponsel BlackBerry, namun setiap versi baru perangkat tersebut harus melalui uji coba, sebelum pemerintah menyetujui penggunaannya. Peran mereka yang sensitif dimana setiap data bisa membahayakan keamanan negara, membuat departemen pertahanan AS, melakukan seleksi ketat terhadap perangkat yang digunakan para personilnya.
Departemen yang mengelola kekuatan militer AS ini, sebelumnya mengandalkan perangkat BlackBerry dengan sistem operasi versi lama, dengan browser internet yang sering tersendat dan cenderung lambat, serta beberapa kekurangan lain. Departemen pertahanan AS juga berupaya memperkenalkan perangkat mobile yang menggunakan software Google Android yang diperkuat.
RIM menyatakan, sekitar 250.000 smartphone BlackBerry digunakan di departemen pertahanan AS, yang memiliki karyawan terbesar di dunia. Barrack Obama, sebagai presiden sekaligus komandan tertinggi pasukan bersenjata AS, juga menggunakan versi smartphone BlackBerry yang telah dimodifikasi.
Scott Totzke dari RIM menyatakan, security sangat penting bagi pemerintah dan pelanggan perusahaan. Namun menurutnya, memanfaatkan kemampuan smartphone BlackBerry secara penuh juga penting untuk membantu mereka menyadari potensi investasi mereka pada platform Blackberry. (fahrur)