Sebuah proyek jejaring sosial baru berbasis open source bernama Diaspora, pada 26 agustus kemarin mengumumkan melalui blog Diaspora bahwa mereka akan melucurkan sebuah perangkat lunak "anti-Facebook" yang akan dirilis pada 15 September mendatang.
Proyek tersebut dikembangkan oleh sebuah tim yang terdiri dari 4 orang mahasiswa Universitas New York, Amerika Serikat yaitu Daniel Grippi, Maxwell Salzberg, Raphael Sofaer, Ilya Zhitomirskiy.
Mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar 200 ribu dolar atau sekitar 140.000 pound sterling. “Kami tahu kinerja Diaspora, kami suka dan akan menjadi open-source pada 15 September,” seperti dinyatakan dalam blognya. Kami telah menghabiskan musim panas dengan berdiskusi dan mewujudkan gagasan kami, ujarnya.
Proyek pada mulanya digawangi oleh tiga ilmuwan komputer dan seorang matematikawan dari New York yang memperoleh momentum awal tahun ini, ketika Facebook sebagai jejaring sosial terbesar di dunia dikritik secara serius.
Banyak yang percaya bahwa sulit menantang Facebook, yang kini memiliki 500 juta pengguna dan saat ini diperkirakan bernilai 33 miliar dolar. Namun, jika tim memulai pengembangan perangkat lunaknya dengan baik pada versi yang akan diluncurkan nanti, bukan tidak mungkin akan memiliki prospek bisnis serta dapat menjadi pesaing berat bahkan mungkin bisa menggusur Facebook. (Radit)