Sony telah menciptakan sensor gambar CMOS back-illuminated yang lebih tipis dan efisien, serta dapat digunakan untuk mengembangkan produk kamera stand-alone berkualitas tinggi maupun sebagai kamera smartphone dan berbagai jenis perangkat mobile.
Sony dalam suatu pernyataan pada hari Senin menyatakan, popularitas smartphone dan perangkat lain selama beberapa tahun terakhir. Disertai dengan makin meluasnya berbagai fungsi penggunaan kamera, menyebabkan tingginya permintaan kamera yang lebih canggih, untuk memastikan mampu beradaptasi dengan berbagai adegan gambar yang lebih luas. Sony kemudian mengembangkan sensor gambar CMOS bertumpuk dalam memenuhi permintaan tersebut.
Perusahaan menyatakan, sensor gambar Sony terbaru berbeda dengan sensor gambar CMOS yang ada di pasaran, dengan menghilangkan supporting substrate antara pixel layer dan chip circuitary. Dengan demikian, pixel section diisi oleh struktur pixel back-illuminated dan circuit section kini bisa dibuat sebagai chip tersendiri dan dibuat bertumpuk, untuk menghasilkan produk akhir yang lebih elegan dengan kebisingan rendah dan memungkinkan munculnya produk yang lebih kompak.
Teknologi terbaru menurut Sony, menggabungkan sinyal proses built-in, serta menggunakan sirkuit proses sinyal yang lebih besar dibanding dengan sensor gambar kamera generasi sekarang. Ini berarti kualitas gambar yang lebih baik, kecepatan lebih tinggi, konsumsi listrik lebih hemat serta fungsi kamera yang makin luas.
Sensor gambar terbaru juga mencakup teknologi Sony RGWB Coding untuk tingkat kebisingan rendah dan pengambilan gambar dalam kondisi gelap, serta teknologi High Dynamic Range (HDR) untuk memeliharan warna gambar yang diambil dalam kondisi pencayahaan terang.
Sony menyatakan, pada bulan Maret perusahaan akan memulai pengiriman sampel teknologi sensor gambar CMOS terbaru. (fahrur)