Register   |   Sign In   |   Help
Search
   
 
  14 May 2014
iOS 8 - Akankah Real Multitasking Dalam 1 Layar?
  14 May 2014
Line up Terbaru Xenom Gunakan GTX Seri 8
  13 May 2014
Twitter Secara Resmi Meluncurkan Fitur Mute
  13 May 2014
Minimalisir Merokok dengan Quitbit Trek Lighter
  13 May 2014
Varian Tertinggi Galaxy S5 Akan Bernama S5 Prime?
  13 May 2014
Bocoran Tablet Baru HP dengan Desain Kuno
  13 May 2014
Tebak Gambar, Game Lokal Banyak Penggemar
  13 May 2014
Tips Merawat Smartphone Anda
  12 May 2014
Google Sedang Menguji Redesign Besar pada Gmail
  12 May 2014
LG Mengumumkan Lini G Pad Terbaru
  ...more
   
 
  ...more
   
 
MENGENAL EDITOR KAMI
Kami selalu mencoba untuk menyajikan berita-berita yang menarik untuk para pengunjung Bhinneka.Com, kami sadur dari berbagai sumber dan tidak jarang kami memburu berita sendiri. Dan saat ini kami melengkapi dengan berbagai review produk yang mungkin berguna bagi Anda sebelum memutuskan pembelian. Ingin tahu siapa dibelakang editor kami? Silahkan klik di sini untuk membaca profile mereka.
   
 
INGIN MENYUMBANG BERITA/REVIEW?
Jika Anda berminat menyumbang berita/review silahkan email kami di post@bhinneka.com. Ada uang jasa untuk setiap tulisan Anda yang ditayangkan lho! Asyik kan?
   
 

CBN Cloud
 
 
Home News Reviews
 

Waspadai Kejahatan Dunia Maya

Posted: 16 Jul 2009 08:36:00 Viewed: 1777 time(s)
 

Menurut pemerintah Amerika Serikat (AS), kejahatan internet rata-rata semakin meningkat, disebabkan kurangnya kesadaran dan pengetahuan pengguna maupun perusahaan mengenai ancaman yang terjadi pada ranah online.

 

Diskusi tentang keamanan yang diadakan minggu lalu oleh Symantec dengan pembicara Michael Stawasz, seorang konsultan senior untuk kejahatan komputer dan hak cipta intelektual pada Departemen Kehakiman AS berpusat di Washington, serta Austin Berglas, agen pengawas khusus terhadap kejahatan dunia maya FBI yang bermarkas di New York, menjadi panelis masalah kejahatan dunia maya masa kini serta memberikan kiat bagaimana cara melakukan pencegahan.

 

”Internet dan jasa online menyediakan akses secara luas sehingga ancaman dan kejahatan online dapat muncul setiap saat.”, ujar Stawasz.

 

“Departemen Kehakiman AS merupakan tempat praktik terbaik untuk mengungkap sejumlah pelaku kejahatan yang menjadikan pekerjaan ini tantangan besar bagi kami dalam posisi ini,” papar Stawasz. ”Sayangnya baru satu atau dua orang saja yang terlatih, tentu belum cukup untuk sebuah negara karena butuh lebih banyak lagi orang-orang terlatih.”

 

Berglas berpendapat bahwa seorang yang lebih peka terhadap serangan cybercrime adalah mereka yang tidak melindungi dengan baik komputer mereka dan dirinya sendiri.

 

Motivasi yang melatar belakangi kejahatan online bukan saja karena alasan uang, menurut Stawasz banyak diantara mereka melakukan kejahatan ini untuk alasan lain, seperti unjuk kekuatan maupun sekedar bersenang-senang.

 

Berglas sependapat dan memberikan contoh, ada seorang anak kecil berumur 12 tahun yang melakukan pengalihan traffix dari website sebuah firma hukum ke website yang dia buat, hanya untuk kesenangan semata.

 

“Saat ini Anda tidak perlu memiliki kemampuan teknis jika berniat melakukan kejahatan di dunia maya,” paparnya. ”Anda tidak harus menjadi seorang jenius dalam bidang komputer untuk menjadi bagian kriminalitas, apa yang dibutuhkan dapat diperoleh gratis untuk melakukan kejahatan ini.”

 

Berglas dan Stawasz mengatakan sulit untuk menggambarkan apa itu hacker maupun kriminal dunia maya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan secara sederhana dapat dibedakan dengan tujuan mereka melakukan perbuatan tersebut. Berdasarkan pengamatannya, Stawasz mengatakan cukup beralasan jika menyebut kriminal cyber didominasi pria dibanding wanita. Ia menambahkan, pelaku kejahatan bukan hanya anak muda tetapi orang dewasa bahkan orang tua sekalipun.

 

Agar tidak menjadi korban serangan perlu perlindungan diri yang lebih baik, Berglas memberi saran kepada pengguna internet agar membekali diri dengan mempelajari mengenai isu dan peringatan yang beredar melalui dunia online.

 

“Masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap semua informasi pribadi dan dokumen yang mereka dapatkan melalui komputer,” papar Berglas. “Anda harus lebih waspada dan harus meyakinkan diri sendiri bahwa link yang akan diklik benar-benar aman saat menerima e-mail tidak dikenal. Perusahaan juga harus mengedukasi para pelanggan dengan cara yang sama, karena sasaran paling rentan sekarang adalah pelanggan dengan pengetahuan kurang memadai.”

 

Penggunaan software security dan anti-virus cukup membantu para pelanggan dan pebisnis, tetapi Berglas berpendapat itu saja belum cukup. Ia menambahkan, komputer harus terus melakukan update dengan security update dan pengguna harus memperkuat perlindungan dengan nama sandi dan password. (fahrur)

 

Editor: Source: URL:
Bhinneka Post PC World http://www.pcworld.com

 
<< Older Post Newer Post >>

comments powered by Disqus
 
 

Ondel-Ondel
Agak berbeda dengan bentuk topeng dari suku-suku lainnya, Ondel-ondel hadir sebagai topeng yang menampilkan keseluruhan tubuh manusia. Berkembang dalam kehidupan masyarakat Betawi, Ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa. ... Baca lanjutannya
 
Back Stage Design Story  

Hubungi Kami
(021) 2929-2828
SMS: 0812-123-8000, Fax: (021) 425-7787
Kantor Pusat
:
Senin - Jumat; 08.30 - 19.00 WIB
Sabtu; 09.00 - 16.00 WIB
Toko
:
Setiap Hari; 10.00 - 19.00 WIB
Newsletter
Daftar sekarang untuk menerima informasi produk terkini, promosi, dan tawaran menarik lainnya.
Daftar
Copyright © 1999-2014 Bhinneka Mentari Dimensi, PT.
Chat With Us Chat With Us