Studi: Orang Pesimistis Cenderung Hidup Lebih Lama

Posted By EarthSky Monday, March 4, 2013 5:21:23 AM
Add to Favorites1
Author Message
EarthSky
 Posted Monday, March 4, 2013 5:21:23 AM
Tetua

Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, October 27, 2014 11:37:34 PM
Posts: 2,411, Visits: 3,079
Liputan6.com, Berlin : Siapa bilang seseorang yang merasa pesimis akan meninggal lebih cepat. Sebuah penelitian malah berkata sebaliknya.

Sebuah studi menunjukkan kalau seseorang di masa tua yang optimis memiliki risiko kematian 10% lebih tinggi daripada mereka yang memiliki pandangan suram terhadap kehidupan.

Memang cukup mengejutkan dan aneh, tapi para peneliti di Jerman dan Swiss percaya kalau orang yang sudah tua lebih mungkin untuk mempermasalahkan kesehatan fisik karena risiko kematiannya 10% lebih tinggi.

Menurut peneliti, ini mungkin karena pesimisme menyebabkan orang untuk menjaga kesehatan seseorang dan mengambil tindakan pencegahan.

"Ada kemungkinan kalau pandangan pesimis bisa menyebabkan seseorang untuk menjaga diri mereka sendiri dan menjaga kesehatannya untuk lebih baik sehingga orang itu mengambil tindakan yang lebih besar," kata salah satu peneliti, Frieder Lang, seperti dilansir Nydailynews, Minggu (3/3/2013).

Menurut peneliti, orang-orang yang sudah tua dan pesimis, cenderung memiliki harapan yang rendah tentang kehidupan masa depannya sehingga jadi lebih menjaga kesehatannya dibandingkan dengan seseorang yang menganggap kalau dirinya memiliki masa depan yang cerah.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Friedrich Alexander University of Erlangen-Nuernberg, yang berbasis di Berlin serta Humboldt University di Berlin dan Universitas Zurich.

Peneliti menganalisis data yang disusun antara tahun 1993 dan 2003 yang mengikutkan 40.000 orang dewasa dengan tiga kelompok usia yang berbeda untuk menilai tingkat kepuasan hidup dan bagaimana orang ini merasa puas setelah lima tahun.

Selama 10 tahun para peneliti memeriksa kondisi peserta. Dan hasil penelitian menunjukkan kalau 25% dari peserta yang lebih tua dan realistis diperkirakan memiliki kepuasan masa depan mereka, sementara sekitar 43% meremehkan dan 32% merasa berlebihan.

Sebagian besar dewasa muda cenderung memiliki pandangan tidak realistis terhadap masa depannya. Hal ini berbanding terbalik dengan orang separuh baya. (Fit/Igw)

Sumber : http://health.liputan6.com/read/525588/studi-orang-pesimistis-cenderung-hidup-lebih-lama

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top