Burung Tertua di Dunia Berusia 62 Tahun Bertelur

Posted By EarthSky Monday, March 4, 2013 6:22:13 AM
Add to Favorites1
Author Message
EarthSky
 Posted Monday, March 4, 2013 6:22:13 AM
Tetua

Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, October 27, 2014 11:37:34 PM
Posts: 2,411, Visits: 3,079
Liputan6.com, Washington DC : Siapa sangka, di usianya yang sudah menginjak lanjut usia, seekor burung albatros atau elang laut masih bisa bereproduksi. Burung berusia 62 tahun bernama Wisdom itu bertelur dengan mulus tanpa hambatan.

"Mengetahui dia (Wisdom) masih bisa membesarkan anak pada usia 60 tahun lebih, sungguh di luar dugaan. Saya tak menyangka," kata Kepala Program Penelitian Burung United States Geological Survey (USGS), Bruce Peterjohn, seperti dikutip Global Post, Jumat (8/2/2013).

Dituturkan dia, usia rata-rata elang laut pada umumnya sekitar 50 tahun. Dibanding ketahanan hidup burung albatros lain, Wisdom lebih tahan 2 kali dari rata-rata usia burung lain.

Berdasarkan data USGS, Wisdom adalah satu-satunya burung yang bereproduksi di usia sangat lanjut. Sejak 2006, dia sudah bereproduksi sebanyak 5 kali.

Burung Wisdom sebenarnya sudah terkenal sejak 2011. Ketika itu, ia masuk pemberitaan dunia karena berhasil selamat dari bencana tsunami yang melanda Jepang.

Burung liar itu kemudian diberi nama Wisdom usai ditandai seorang peneliti USGS pada 1956. "Wisdom telah terbang sejauh 2 juta - 3 juta mil jika dijumlahkan, atau 4 sampai 6 perjalanan dari Bumi ke Bulan dan kembali lagi," demikian pernyataan USGS.

Seorang ilmuwan USGS Chandler Robbins mengaku, sempat kehilangan burung Wisdom. Beruntung, pada 2001, Wisdom muncul lagi, membantu USGS mengoreksi usia rata-rata burung itu dan usia reproduksinya.

"Saya mencoba untuk meluruskan catatan. Ada banyak yang harus diperbarui," kata Robbins, ilmuwan USGS yang turut mengikuti proses pemasangan identitas pada Wisdom itu. (Riz)


Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top