RI Topang Ekonomi Asia Tenggara

Posted By EarthSky Monday, March 4, 2013 6:25:50 AM
Add to Favorites1
Author Message
EarthSky
 Posted Monday, March 4, 2013 6:25:50 AM
Tetua

Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)Tetua - (38,470 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Monday, October 27, 2014 11:37:34 PM
Posts: 2,411, Visits: 3,079
Liputan6.com, Jakarta : Kawasan Asia Tenggara banyak mengalami pasang surut peristiwa di bidang politik dan ekonomi sepanjang 2012. Bahkan di tengah gejolak ekonomi yang melanda kawasan Eropa dan regional, Asia Tenggara mampu berbenah diri, sehingga masih dipercaya menjadi ladang bagi investor untuk menanamkan modalnya.

Seperti yang dilansir dari Wall Street Journal, Selasa (1/1/2013), Asia Tenggara telah melewati beragam peristiwa selama 2012. Diantaranya, Malaysia tercatat sebagai salah satu pasar IPO terkuat di dunia. Sedangkan ekonomi Filiphina pernah dianggap sebagai yang berisiko di Asia, karena mengalami penguatan nilai mata uang selama beberapa tahun.

Sementara di wilayah Laut China Selatan sempat terjadi ketegangan politik dan keamanan yang berpotensi merusak perekonomian di kawasan tersebut. Namun berkat pertumbuhan ekonomi Indonesia serta adanya harapan bagi reformasi di Myanmar semakin mengokohkan posisi Asia Tenggara di peta investasi dunia masa depan.

Ingin tahu apa saja peristiwa penting selama tahun ini, berikut kilas baliknya:

Bangkitnya Ketegangan di Laut China Selatan

Klaim atas wilayah di Laut China Selatan berhasil diatasi oleh ASEAN dalam sebuah perjanjian regional tahun lalu. Sehingga lahirlah blok dari hubungan komunikasi di akhir puncak pertemuan ASEAN pada Juli atau untuk kali pertama dalam 45 tahun terakhir.

Negara-negara di kawasan ini dinilai sangat penting bertumbuh sebagai antisipasi risiko ekonomi pada tahun mendatang di Asia Tenggara.

Perjanjian Besar di Asia Tenggara

Pada tahun 2012, bisa dibilang menjadi tahun bersejarah bagi Asia Tenggara. Beberapa kesepakatan terkait aksi merger dan akuisisi terbesar di Asia sukses dilakukan tahun lalu.

Singapura dan Thailand tercatat mencapai nilai kontrak lebih dari US$ 105,4 miliar, baik yang
sudah diselesaikan atau tertunda pada 2012. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak krisis ekonomi
di 2008 lalu.

Dua negara tersebut disebut menjadi 'sarang' bagi perusahaan yang berniat menggelar penawaran saham perdana (initial Public Offering/ IPO). Sejumlah perusahaan di Asia Tenggara pun terus menggeliatkan aksi ekspansi ke luar negeri.

Reformasi Lanjutan di Myanmar

Setelah puluhan tahun Myanmar dikuasai militer yang menentang keras kepala negara, Myanmar terus
melanjutkan reformasi politik dan ekonomi. Pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi sudah dipindahkan dari tahanan ke parlemen di 2012 dalam sebuah pemilihan umum (pemilu).

Barack Obama yang terpilih kembali sebagai Presiden AS mengunjungi Myanmar dan beberapa perusahaan, seperti Coca Cola dan Omnicom mengambil langkah berani dengan masuk ke pasar Myanmar, meski itu terlarang.

Indonesia

Meski ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6 persen dan banyak menarik dana aliran dari investasi asing, namun beberapa pengamat mengatakan, pemerintah Indonesia semakin agresif dalam menerapkan kebijakan baru sebagai tindakan proteksionis dan nasionalis.

Kasus besar di tahun lalu, adalah terkait Bumi Plc yang terdaftar di bursa London. Perlawanan sengit antara direksi dan investor mendorong Grup Bakrie keluar dari Bumi.

Di sisi lain, rencana pemilu presiden di 2014 mendatang sudah mulai memanas dengan kehadiran
beberapa calon kandidat. Sementara Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo terus menarik perhatian pemerintah dan masyarakat melalui berbagai program pro rakyat di tahun lalu.

Thailand

Setelah memenangkan pemilu, Perdana Menteri, Yingluck Shinawatra membuat kebijakan subsidi beras bernilai miliaran dolar AS. Ketegangan politik di Thailand, membuat investor khawatir bahwa kudeta dan kekerasan bakal kembali menyerang Kerajaan Thailand.

Singapura

Negara kaya ini berjuang untuk bisa mencapai tujuan, yakni menjadi terkaya di dunia dengan kumpulan milyarder dan jutawan yang hijrah ke negara tersebut. Namun perbedaan pandangan dan politik justru dikhawatirkan akan meningkatkan kebijakan anti asing.

Malaysia

Pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim telah dibebaskan atas tuduhan kasus pelecehan seksual. Dibalik kasus tersebut, Malaysia menjadi salah satu kawasan tujuan IPO. Terlebih lagi listing perusahaan kelapa sawit Malaysia, Felda sukses menjadi aksi penawaran saham perdana terbesar ketiga di dunia selama 2012.

Filipina

Presiden Filipina, Benigno Aquino III melanjutkan upayanya untuk membangkitkan Filipina di segala bidang. Dia berhasil menerapkan kebijakan, antara lain, penghapusan Mahkamah Agung, menaikkan pertumbuhan ekonomi, mendorong kongres untuk meloloskan Rancangan Undang-undang (RUU) mengenai program keluarga berencana bagi rakyat miskin, dan sebagainya.

Vietnam

Dulu, ekonomi Vietnam terbilang cerah. Namun regulator justru mendatangkan persoalan baru
terkait masalah utang, sehingga membuat perekonomian negara ini kembang kempis.

Laos

Di 2012, Laos ditunjuk sebagai tuan rumah dalam perhelatan KTT Asia Eropa. Pasalnya negara ini mampu menunjukkan keseriusannya dalam peningkatan perekonomian. Laos juga berhasil masuk sebagai anggota dari Organisasi Perdagangan Dunia, karena dinilai mampu menumbuhkan ekonomi dalam waktu cepat. Tak heran bila perusahaan global, Coca Cola siap menanamkan investasinya ke negara tersebut. (FIK/NDW)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/478129/ri-topang-ekonomi-asia-tenggara

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top