Nasib Bintang P*rno (Inspiratif)

Posted By fRits-stiRf Wednesday, March 6, 2013 11:43:28 PM
Add to Favorites1
Author Message
fRits-stiRf
 Posted Wednesday, March 6, 2013 11:43:28 PM
Dedengkot

Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)Dedengkot - (11,609 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Tuesday, February 23, 2016 10:48:08 PM
Posts: 237, Visits: 1,777
****ografi adalah bisnis online yg sangat besar.. Jutaan orang mengaksesk situs-2 ****o di internet dan sejak dahulu ****ografi menjadi pemicu masalah mental nomer 1 di US ( 40 juta orang di US secara teratur mengakses situs-2 ****o setiap hari…bayangin aja ! indonesia berapa tuh? ). Padahal dibalik semua itu ****o (dalam hal ini yg mau gue tekankan adalah bokep/blue film/xxx rated film) tidak seglamour seperti yang tampak dari luar. Berikut ini ada beberapa fakta yg jarang diungkapkan :

1. Artis ****o 100% berbohong kalo mereka bilang menikmati pembuatan film bokep yg mereka peranin. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari pemeran pria tp dalam proses pembuatan film ****o bisa berlangsung 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting utk 3 s/d 4 scene berbeda.

2. Setiap scene nya bisa berlangsung berjam-jam tergantung dari apa aktornya bisa "tampil" sesuai dengan harapan sang sutradara atau apa si artis yg harus istirahat dulu karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena ada yg seharusnya gk boleh tampil

3. Saat menunggu scene berikutnya biasanya artis ****o menghabiskan waktu di restroom utk minum minuman keras atau pake narkoba biar bisa ngurangin rasa malu dan sakit dalam adegan berikutnya. Untuk diketahui di industri film ****o test yg wajib dilakukan utk tiap aktor & artis adalah test HIV (sebulan sekali) sedangkan test drugs tdk ada.

4. Situasi saat shooting film ****o sangat menyiksa baik secara fisik maupun mental khususnya utk artis wanita karena 12 – 18 orang berdiri dibalik layar (banyangin aja lu ngeseks sama orang ditontonin orang-2) mulai dari sutradara & asistennya, fans berat yg dapet hadiah langsung sampai tukang lampu dan fotografer yg punya hak utk mem "freeze" adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yg terbaik.

5. Artis ****o adalah pembohong profesional karena kalo mereka menceritakan kenyataan sebenernya maka hancurlah fantasi yg ada di tiap kepala ngeres para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir "indah" mereka. Dan disinilah ironisnya karena udah terbiasa bohong para artis film bokep biasanya malah punya kemampuan akting yg lebih baik dari kebanyakan bintang hollywood.

The Truth Behind the Fantasy of ****

by Shelley Lubben - Former **** Actress

Dedicated to all the **** actresses who caught HIV, died from drug overdose and committed suicide

Gadis cantik, tubuh sexy, naked dan mata yg membangkitkan gairah seakan-akan berkata " I Want You" Itu yg biasa kamu lihat di cover film ****o, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Percayalah, Aku tahu.

Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada UANG. Aku tidak pernah menyukai sex. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels daripada bersama para pria yg dibayar seperti aku untuk "berpura-pura" di film.

Ya Benar tidak ada diantara kami – gadis-gadis blonde yg menyukai being in **** movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yg sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yg lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi **** Industry ingin agar KAMU selalu berpikir kalau kami artis ****o sangat menyukai sex. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis ****o sering tidak tahu apa saja adegan yg akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser : "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi." Iya memang benar kami punya pilihan. Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yg sukar disembuhkan. Salah seorang artis film ****o setelah syuting dgn menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol. Mati

Kebanyakan dari artis ****o mungkin berasal dari keluarga yg berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa sex bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis ****o hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya. Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll setiap hari menghantui kami. Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tdk kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yg normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yg normal dengan laki-laki biasa, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film ****o atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yg gk akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yg telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yg lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tdk suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis ****o benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yg kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia.

Bagi artis ****o yg memiliki anak, kami adalah ibu yg paling BURUK. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yg berumur 4 tahun yg menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan sex) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam. Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.

Kebenarannya ada di luar sana…. Tidak Ada Fantasi di **** Industry.

Semua Tipuan...

Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film ****o mungkin kamu akan kehilangan minat me film ****o. Kenyataan sebenarnya kami artis film ****o ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

**** Movie tidak lebih dari Sex Palsu dan Tipuan Kamera. Percayalah…….
--
Cordially,
Hopy



#Forza Inter
#C'e solo inter

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top