Empat Pekerjaan Paling Berisiko Depresi

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 20, 2013 5:22:05 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 20, 2013 5:22:05 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
http://www.bhinneka.com/forum/Uploads/Images/9c0500e9-bc00-48ac-ac70-c8fb.JPGMemilih jenis pekerjaan memang harus menggunakan hati. Bidang pekerjaan Anda tidak akan menjadi beban saat Anda melakukannya dengan gembira. Tapi bukan berarti pekerjaan tersebut tidak memiliki nilai tantangan.
Semua jenis pekerjaan tentu saja memiliki faktor risiko depres, meskipun itu merupakan pekerjaan impian Anda. "Ada aspek-aspek tertentu dari setiap pekerjaan yang dapat berkontribusi atau memperburuk depresi," kata Deborah Legge, PhD, seorang konselor kesehatan mental di Buffalo.
"Justru, orang-orang dengan tingkat stres yang tinggi dalam sebuah pekerjaan, memiliki kesempatan lebih besar". Berikut empat jenis pekerjaan yang memiliki tingkat depresi tinggi seperti dikutip laman Health.
1. Perawat
Hampir 11 persen dari jumlah perawat dan pengasuh anak pernah mengalami depresi berat. Meskipun pekerjaan mereka terlihat hanya sebatas membantu kegiatan sehari-hari, seperti mandi, makan, atau hal-hal kecil lainnya.
Depresi ini muncul, saat mereka tidak mendapatkan penghargaan atau rasa terima kasih atas apa yang telah mereka lakukan. "Biasanya karena orang lain hanya menganggap mereka sebagai penjual jasa, sehingga merasa tidak penting untuk mengucapkan terima kasih," kata Christopher Willard, psikolog klinis di Tufts University.
"Mereka juga bisa stres, saat merawat orang-orang sakit dan tidak mendapatkan banyak dukungan positif."

2. Pramusaji
Tuntutan ketepatan dalam melayani pesanan sangat dibutuhkan. Selain itu, mereka juga harus cekatan karena banyak pengunjung restoran yang tidak mau menunggu terlalu lama. Menghindari komplain dari pelanggan adalah tugas berat mereka.

"Ini adalah pekerjaan yang sering dianggap tanpa pamrih, dan orang-orang sering memandang sebelam mata terhadap pekerjaan mereka," kata Legge.

3. Pekerja di bidang kesehatan
Profesi ini meleiputi dokter, terapis, dan yang lainnya, yang memungkinkan mereka tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Pekerjaan ini menuntut waktu yang panjang, tidak teratur, dan bahkan harus siap bekerja di hari liburnya.

"Setiap hari mereka melihat penyakit, trauma, dan kematian, juga harus berurusan dengan anggota keluarga pasien. Hal ini sangat mungkin mempengaruhi pandangan mereka bahwa seakan-akan lingkungannya adalah tempat yang menyedihkan," kata Willard.
4. Pekerja seni
Banyak yang mengira, bahwa bidang pekerjaan ini sangat menyenangkan. Karena kita dapat menuangkan apapun di sini. Padahal tidak demikian. Mereka yang menjadikan dunia seni sebagai profesi, harus terus berpikir keras untuk bisa menghasilkan karya seni yang menjual.

Jam kerja yang tidak pasti ini juga membawa dampak tidak menentu pada penghasilan mereka. Belum lagi tempat isolasi yang menjauhkan mereka dari dunia sosial, karena biasanya mereka hanya bisa bekerja dalan suasana hening.

Orang- orang kreatif juga memiliki tingkat gangguan mood yang lebih tinggi dibandingkan dengan profesi lainnya.
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 20, 2013 5:22:33 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top