Beda Depresi Pekerjaan Pria dan Wanita

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 20, 2013 5:48:58 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 20, 2013 5:48:58 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


http://www.bhinneka.com/forum/Uploads/Images/bcc8d202-b965-45b5-99af-224a.jpgPekerjaan meningkatkan risiko depresi pada pria dan wanita. Namun, pekerjaan memengaruhi kedua jenis kelamin ini dengan cara berbeda.
Sebuah studi yang dilakukan peneliti Canada menunjukkan, wanita yang merasa pekerjaan mereka tak dihargai berisiko meningkatkan depresi dibandingkan mereka yang merasa dihargai. Hal ini tidak ditemukan pada pria.
Sementara itu, tingginya beban pekerjaan meningkatkan depresi bagi kaum pria. Hal ini yang tidak ditemukan pada karyawan wanita.

Namun, konflik antara keluarga dan pekerjaan memengaruhi risiko depresi pada kedua jenis kelamin ini, tetapi dalam cara yang berbeda. Pria mengalami peningkatan risiko depresi jika kehidupan keluarga masuk ke dalam kehidupan kerja. Sedangkan wanita cenderung depresi saat pekerjaan mengganggu kehidupan keluarga.

Temuan menguatkan studi sebelumnya, yang menunjukkan bahwa prestasi di tempat kerja berperan lebih besar pada identitas pria ketimbang wanita.

Meskipun makin banyak wanita yang bekerja dan pria yang mengambilalih rumah tangga. "Pria dan wanita memandang keluarga dan pekerjaan dengan cara berbeda," ungkap peneliti dan profesor di departemen Psikiatri dan Komunitas Ilmu Kesehatan di University of Calgary di Alberta, Kanada Jianli Wang.

Studi meneliti 2.700 pria antara 2007-2011 yang tidak mengalami depresi. Semua peserta diteliti apakah mengembangkan depresi dan ditanya tentang pekerjaan mereka, seperti kesulitan pekerjaan dan apakah mereka merasa dihargai.

Setelah satu tahun, 3,6 persen peserta didiagnosis dengan depresi. Depresi lebih tinggi pada wanita, yakni sebanyak 4,5 dibandingkan 2,9 persen pria.

Wanita yang bekerja penuh waktu memiliki risiko lebih tinggi terkena depresi. Sedangkan pria yang bekerja penuh waktu berisiko tinggi depresi hanya jika mereka memiliki beban kerja tinggi.

Selain itu, khawatir akan kehilangan pekerjaan juga meningkatkan risiko depresi pada pria dan wanita. Peneliti menggarisbawahi bahwa depresi berdampak signifikan pada prestasi kerja. "Pengusaha harus memantau besarnya faktor seperti ketegangan dalam pekerjaan untuk mencegah hal negatif," kata Wang seperti dikutip Foxnews.

Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology.
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 20, 2013 5:49:32 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top