'Istana' Chef Rinrin Marinka

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 22, 2013 7:37:08 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 22, 2013 7:37:08 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437


VIVAlife – Kepiawaian Chef Rinrin Marinka dalam mengolah masakan sangat terlihat jelas,di dalam dapur pribadinya. Tak tanggung-tanggung, tiga jenis hidangan berbeda siap diraciknya dalam waktu setengah hari. Meski sibuk mengolah masakan, di sela-sela kegiatannya ia tetap berceloteh untuk menghidupkan suasana dapur, mulai dari berita televisi hingga memamerkan peralatan-peralatan masak favoritnya.

My kitchen is my office


Komputer, mesin faks atau printer mungkin sudah umum di kantor. Tapi, bagaimana jika Anda mejumpai panci, mixer, coffee maker dan kompor gas di dalam kantor? Peranti masak berteknologi ini hanya dapat Anda temui di kantor pribadi Rinrin, yang berada di kawasan Graha IIP, lantai 3, Jakarta Pusat.

“Saya sengaja membuat dapur di luar rumah, selain karena baru pindahan, dapur ini juga lebih efisien untuk dikunjungi oleh siapa saja. Apalagi jika saya akan mengadakan kelas memasak, jadi tidak perlu angkut barang.” Jelasnya.

Touch of black


Warna interior yang didominan warna hitam mengeluarkan sisi maskulin yang bertolak belakang dengan dirinya. Awalnya, dapur ini akan didesain dengan nuansa kayu, warna putih dengan suasana homy.

“ Kenapa berubah? Karena kakak saya yang mengerjakan dapur ini, dan dia tak suka nuansa kayu.” ujar penulis Fantastic Cooking Bersama Chef Rinrin tersebut.

Meski tak sesuai dengan impiannya, dapur buatan kakaknya juga banyak mendatangkan keuntungan. Menurutnya, warna hitam yang menjadi dominan dapurnya akan lebih menyamarkan noda, ketimbang warna putih pilihannya. Selain itu, desain material yang digunakan menampilkan dapur menjadi lebih modern, canggih dan tetap menghadirkan suasana homy.

Pojokan it’s fun


Saat ditanya dimana letak favorit kesukaannya, juri Master Chef ini langsung menuju sudut ruangan dekat jendela.

“Ini tempat favorit saya. Space di sini lebih luas dan saya bisa bereksperimen dengan leluasa, selain itu saya juga dapat memandang ke luar jendela, and it’s fun!” tutur si bungsu dari tiga bersaudara ini.

Semua peralatan dapur hampir terfokus pada bagian tengah dapur, seperti kompor table, oven, mixer dan peralatan masak lainnya. Berbeda dengan pojokan ruangan favoritnya yang hanya di hiasi dengan gantungan bertuliskan M-A-R-I-N-K-A dengan sebuah coffee maker di bawahnya.

Alat wajib “tempur”


Setiap chef pasti memiliki peralatan andalannya masing-masing. Begitu juga dengan Chef lulusan Le Cordon Bleu, Sydney, Australia ini. Menurutnya, ia lebih terfokus dengan manfaat peralatan tersebut, bukan dari merek atau harga.

“Ini alat wajib tempur saya saat memasak, baik di dapur atau saat demo” jelasnya, sambil memamerkan tas hitam ukuran panjang miliknya.

Berbagai jenis ukuran pisau, wisk, piller, pallet hingga sendok ukur semuanya tersusun rapi di dalamnya. Kesukaannya pada warna-warna cerah, menampilkan semua atribut tampil cantik di dalam tas yang bewarna hitam. Maskulin di luar tapi feminism di dalamnya.








Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 22, 2013 4:30:54 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top