Dilema Bahan Pengawet pada Daging Olahan

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 22, 2013 7:57:11 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 22, 2013 7:57:11 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437


VIVAlife – Mendengar nama bahan pengawet pada makanan, mungkin terdengar menyeramkan. Tak heran, jika saat mendengar kata food additive Anda lebih memilih untuk menghindarinya. Tapi, tahukah Anda jika bahan pengawet ternyata digunakan untuk membunuh bakteri?


Natrium nitrit misalnya, salah satu jenis pengawet ini kerap digunakan dalam pembuatan ham, sosis, salami dan produk daging olahan lainnya. Selain bermanfaat untuk membunuh bakteri, natrium nitrit juga memberikan efek warna merah pada daging.


Namun, dalam kondisi tertentu dalam tubuh manusia, nitrit dapat merusak sel dalam tubuh dan berubah menjadi molekul yang menyebabkan kanker.


Bagimana mungkin zat yang tampaknya berbahaya untuk tubuh, tetapi memiliki manfaat membunuh bakteri?


Ada dua jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, nitrit dapat beracun, tetapi dalam jumlah besar. Kedua, tergantung dengan kondisi perut Anda, jenis makanan dan bakteri di usus menjadi penentu nitrit dalam jumlah moderat menjadi teman atau lawan.


Nitrit dalam tubuh


Secara teori, jumlah moderat nitrit juga dapat menyebabkan masalah kesehatan. Jika semuanya berjalan baik dalam tubuh, nitrit dalam makananan dapat berubah dalam usus menjadi nitrit oksida, yang berfungsi penting dalam tubuh, seperti yang ditulis dalam My Health News Daily.


Tapi dalam kondisi tertentu, nitrit dapat berubah membentuk nitrosamine, molekul yang menyebabkan kanker pada hewan di laboratorium. Dalam upaya untuk meminimalkan pembentukan nitrosamine, Departemen Kesehatan AS memberlakukan peraturan batas pemakaian nitrit. Mereka hanya boleh menggunakan 200 bagian natrium nitrit untuk per satu juta bagian daging sapi.


Oleh karena itu, banyak produsen daging yang menambahkan asam askorbat atau vitamin C. Tujuannya adalah untuk pembentukan oksida nitrat yang tidak berbahaya dan melawan perkembangan nitrosamine, molekul penyebab kanker.


Kebiasaan makan


Bacon atau daging olahan adalah salah satu produk makanan daging yang potensial berdampak negatif pada kesehatan. Ini karena kandungan nitrit yang tinggi, sehingga dapat membentuk nitrosamine. Apalagi jika bacon tersebut diolah dengan digoreng dan suhu tinggi. Untuk menghindari bahaya tersebut, sebaiknya mengkonsumsi daging olahan yang dimasak pada dengan pemasakan suhu rendah.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 22, 2013 4:26:46 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top