Sedapnya Gulai Goreng Pak Wiro

Posted By Rikaro.Ramadi Friday, March 22, 2013 8:17:06 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 22, 2013 8:17:06 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews – Ketika berlibur ke Bali, khususnya saat berada di kawasan Kuta, tak ada salahnya mampir sejenak di warung Pak Wiro. Di kedai ini, Anda bisa menikmati kuliner khas Timur Tengah yang dipadukan dengan kuliner khas Eropa.

Salah satu menu andalan di kedai ini adalah gulai goreng. Bila pada umumnya gulai disajikan dengan kuah kental dan panas, namun di warung Pak Wiro ini gulai yang disajikannya dapat dinikmati tanpa kuah.

Pemilik warung mengatakan, ide membuat masakan tersebut berawal dari keinginannya untuk berinovasi dan mencoba-coba. “Ide ini muncul ketika saya berusaha menciptakan menu gaya baru,” ujar Pak Wiro.

Untuk membuat gulai goreng caranya cukup mudah, tak jauh berbeda dari gulai yang dibuat pada umumnya. Untuk empat porsi diperlukan 800 gram daging kambing bagian tulang iga.


Sedangkan bumbu-bumbunya terdiri dari, 8 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, merica, satu sendok lada putih, seperempat sendok pala, 2 buah cengkeh, 3 cm kunyit, seperempat sendok teh adas manis, seperempat sendok teh jinten, satu sendok teh ketumbar, 3 butir kemiri, satu sendok teh garam, dan satu sendok teh gula merah.

Selain itu, bahan lainnya diperlukan, 2 sendok minyak goreng, 4 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, 3 batang serai, 1 liter air, 1500 ml santan kental, black pepper (merica hitam), daun bawang, dan kecap.

Khusus di warung pak Wiro yang menjual masakan khas Solo, Pak Wiro tidak menggunakan cabe merah. “Biasanya gulai menggunakan cabe merah, tapi kalau masakan Solo nggak pakai cabe, jadi warna gulainya berwarna kuning,” katanya menjelaskan.

Pak Wiro juga dengan senang hati membagi cara membuat gulai ini. "Caranya haluskan seluruh bahan rempah-rempah tadi dengan menggunakan mesin penghancur, lalu panaskan 2 sendok minyak goreng, dan tumis bumbu yang sudah di haluskan tadi, sambil diaduk tambahkan 4 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, dan 3 batang serai, aduk hingga beraroma matang."

Tahap berikutnya, Pak Wiro melanjutkan arahannya, "Masukan daging kambing yang sudah dipotong sesuai selera ke dalam tumisan bumbu, aduk hingga berubah warna, lalu tuangkan satu liter air dan masak dengan api sedang sampai daging terasa empuk, dan tahap terakhir masukan santan kental masak hingga matang."
 
Itu gulai kambing berkuah, sedangkan untuk gulai goreng panaskan sedikit minyak kemudian ambil potongan daging kambing bagian iga tanpa kuah lalu goreng dalam wajan, sambil diaduk masukan potongan daun bawang, kecap dan merica hitam, masak hingga harum, dan sajikan diatas piring.

“Menggunakan merica hitam membuat masakan ini bercitara Eropa. Sedangkan potongan daun bawang dan  kecap secukupnya sebagai ciri khas masakan Indonesia,” ujarnya.

Setelah daging kambing tersebut dimasak menjadi gulai, dan kemudian digoreng, daging yang menempel pada tulang itu sangat empuk dan rasanya mantap. Makin nikmat jika disantap dengan seporsi nasi putih hangat dan ditemani minuman dingin es teh serai buatan pak Wiro. Satu porsi gulai goreng dihargai Rp 20 ribu.

Selain menunya yang patut dicoba, di kedai yang letaknya di kawasan pertokoan Kuta Central Park ini Anda juga bisa melihat cara penyajian masakan yang unik. Sebelum mulai memasak, sang juru masak terlebih dahulu membunyikan lonceng yang tergantung di atas gerobak gulai Pak Wiro,

"Membunyikan lonceng itu bukan sebagai mantra pelaris dagangan, tapi hanya untuk menyenangkan hati sang juru masak, dan pembeli yang menyaksikan sang koki memasak" katanya menuturkan. (hs)

Laporan : Peni Widarti | Bali

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Friday, March 22, 2013 4:13:34 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top