Pisah Ranjang, Tidak Selalu Buruk

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 10:31:22 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 10:31:22 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews – Jika pasangan mengalami gangguan tidur,seperti mendengkur, pisah ranjang untuk sementara dapat menjadi jalan keluar.


Pisah ranjang bukan selalu menjadi awal retaknya pernikahan, bahkan malah bisa menyelamatkan. Menurut George H. Williams, PhD, seorang psikolog dan penasihat perkawinan asal Atlanta, pasangan ideal tidak harus selalu tidur bersama.


Secara individu manusia membutuhkan kenyamanan untuk dirinya sendiri. Dan, ketika kebiasaan tidur pasangan membuat tidak nyaman, pisah ranjang bisa menjawab permasalahan. Bahkan untuk membuat kehidupan pernikahan lebih kuat, pisah ranjang bisa menjadi sebuah alternatif.


Survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada tahun 2005, menggambarkan sebanyak 31% pasangan suami istri mengubah kebiasaan tidur mereka. Hal itu karena kebiasaan tidur pasangan yang menggangu.


Sebanyak 23% pasangan memilih pisah ranjang, atau tidur di sofa, 8 % mengubah jadwal tidur, dan 7% menggunakan penutup telinga.


“Tidur bersama setiap malam merupakan gambaran pernikahan ideal, dan para suami istri cenderung berusaha untuk mewujudkannya padahal tidak ada yang salah saat mereka tidur secara terpisah,” ujar William.


Louanne Cole Weston, PhD, seorang seksolog, juga mengungkapkan bahwa jika Anda tidak merasa nyaman tidur di samping pasangan, Anda tidak akan merasa bahagia bersamanya. Apapun masalahnya, seperti mendengkur saat tidur, lebih baik ungkapkan saja pada pasangan bahwa Anda merasa tidak nyaman.


Ketika Anda ingin bercinta lakukan saja, tetapi ketika Anda sudah merasakan kantuk dan ingin tidur dengan nyaman, pisah kamar seharusnya tidak menjadi masalah. Karena, yang dicari adalah kenyamanan dan akan membawa aura positif bagi hubungan Anda. Pisah ranjang dapat membawa efek baik dalam sebuah pernikahan.


“Tidur secara terpisah tidak selalu menjadi sebuah sinyal negatif bagi sebuah pernikahan. Jika seseorang terpaksa tidur bersama meskipun tidak merasa nyaman malah akan menjadi masalah. Bayangkan saja, jika pasangan selalu mendengkur dan Anda terbangun berulang kali, hal itu malah membuat mood Anda menjadi tidak baik dan hasrat bercinta semakin menurun,” papar Werston.


Untuk itu, utamakan kenyamanan tidur, baik untuk Anda maupun pasangan. Tidur terpisah tidak melulu menjadi pangkal sebuah masalah, tergantung Anda dan pasangan menyikapinya. Jika dengan pisah ranjang Anda dan pasangan malah menjadi lebih nyaman, dan hasrat bercinta semakin besar mengapa tidak dilakukan.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 3:20:44 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top