Kembali Bekerja, ASI Ekslusif Jalan Terus

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 10:41:16 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 10:41:16 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Kampanye ASI ekslusif untuk bayi makin marak didengungkan. Alhasil, makin banyak ibu yang menyadari pentingnya ASI eksklusif buat bayi. Terbukti, ketika kembali bekerja setelah tiga bulan cuti melahirkan, para ibu ini tidak menghentikan pemberian ASI untuk bayi.

Trik yang telah dilakoni banyak ibu selama ini adalah mereka memompa ASI di sela-sela jam kerja. Setelah itu, ASI akan disimpan dalam lemari es dan dibawa pulang dengan termos es setelah ibu selesai bekerja.

Masalahnya, karena tak ada tempat khusus, kegiatan ini biasanya dilakukan di toilet, mushola atau pantry. Sayangnya, banyak ibu bekerja yang merasa tidak nyaman memompa ASI di tempat-tempat, karena tidak ada privasi.

Nah, kini pemerintah memberikan solusi. Untuk lebih menggiatkan salah satu tunjangan bagi pekerja wanita dalam UU No.13  tentang Keternagakerjaan, pemerintah merumuskan  Peraturan Bersama Tiga Menteri tentang Peningkatan  Pemberian ASI Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Peraturan Bersama ini ditandatangani hari ini, Senin, 22 Desember 2008 dalam acara Peringatan Hari Ibu ke-80  dan Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2008 di Jakarta Convention Centre oleh Menteri Pemberdayaan  Perempuan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Peraturan bersama ini dalam rangka konsep pembangunan generasi bangsa dalam permasalahan gizi," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno. Hal tersebut mengingat, 49 persen dari 97 juta  tenaga kerja di Indonesia adalah wanita.

Dalam peraturan tersebut, perusahaan diwajibkan membangun fasilitas pemberian ASI di lingkungan kerja. "Contohnya, membangun pojok laktasi atau klinik pekerja," katanya. Dari total perusahaan di Indonesia, kata Erman, baru 75 persen yang  sudah mempunyai klinik.

Fasilitas pemberian ASI juga dapat dilakukan melalui koperasi pekerja  yang sudah ada sebanyak 130 ribu  koperasi pekerja se-Indonesia. "Diharapkan subsidi kesehatan dari pemerintah dapat dialirkan ke koperasi-koperasi pekerja tersebut," katanya

Oleh karena itu, kata Erman, akan dibentuk tim gabungan interdepartemen untuk memastikan implementasi setiap perusahaan. "Mengenai teknis waktu pemberian ASI akan dibicarakan lebih lanjut dalam rapat gabungan," ujarnya.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 3:47:36 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top