Tips Meninggalkan Anak Sendirian

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 10:56:19 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 10:56:19 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Banyak orang tua bingung untuk meninggalkan buah hatinya tanpa pengawasan di waktu jeda antara anak-anak pulang sekolah dengan waktu orangtua pulang kerja. Atau, takut meninggalkan anak-anak di malam hari untuk menghadiri sebuah acara.

Para orang tua kerap menjadi gugup dan terus memikirkan hal terburuk yang bisa terjadi. Akhirnya, mereka memilih berhenti bersenang-senang lalu segera pulang dan menemukan ternyata anak-anak mereka sedang nyenyak tertidur.

Berikut beberapa pertimbangan untuk menentukan apakah usia si buyung-upik kesayangan sudah cukup untuk ditinggal tanpa pengasuh:

Di Amerika Serikat, hukum mengatur orang tua baru dapat meninggalkan anak-anak mereka tanpa pengawasan selama beberapa waktu jika anak-anak tersebut sudah berusia 12 tahun. Patokan usia ini mungkin berbeda di beberapa negara tergantung aturan yang ada. Anda bisa mengecek ke ahli hukum untuk mengetahui batasan usia anak-anak sebelum meninggalkannya di rumah sendirian.

Ajari anak untuk bertanggung jawab. Usia tidak berpengaruh, perhatikan apakah anak Anda dapat mengamati sekitarnya dan memberikan penilaian yang baik, atau sekedar terlatih tidak membukakan pintu bagi orang asing.

Apakah anak Anda mau ditinggal sendirian? Beberapa anak mengaku takut, meskipun mereka sudah cukup usia atau siap ditinggal. Jangan pernah memaksa anak sendirian di rumah jika mereka memang tidak mau.

Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, simak perilaku mereka satu sama lain. Jika si sulung amat dominan, meninggalkan si bungsu di bawah pengawasan kakaknya akan menjadi neraka dunia, atau sebaliknya. Pertengkaran memang biasa terjadi, tapi jika mengarah ke adu fisik, jangan sekalipun berpikir untuk meninggalkan mereka tanpa pengawasan.

Keamanan lingkungan tempat tinggal tentu juga harus diperhatikan. Cek jendela dan pintu. Latih anak untuk menghubungi Anda atau bahkan polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan. Namun jika rumah Anda berlokasi di tempat rawan kriminal, tentu sangat tidak bijak meninggalkan buah hati di rumah sendirian.

Apakah Anda sudah mengenalkan standar pengamanan umum pada anak Anda? Ini meliputi pertolongan pertama pada kecelakaan, kebakaran, atau ancaman lainnya.

Jika Anda sudah mempersiapkan anak Anda, beberapa langkah mudah berikut dapat dicoba sehingga pengalaman 'home alone' pertama anak Anda menjadi pelajaran yang menyenangkan:

Lakukan secara bertahap. Mungkin untuk pertama kali, Anda dapat meninggalkan anak selama 30 menit sementara Anda pergi belanja ke minimarket. Tingkatkan terus sampai anak merasa nyaman meski Anda tidak di rumah.

Tanamkan peraturan dalam rumah. Beritahu anak apa-apa saja aturan di rumah dan apa yang Anda harapkan saat ia menjaga rumah. Misalnya Anda dapat membuat daftar kewajiban si adik, menentukan waktu mengerjakan pekerjaan rumah, larangan berkunjung bagi lawan jenis tanpa kehadiran Anda, dan sebagainya.

Persiapkan anak untuk menghadapi kondisi darurat. Ajari kakak cara merawat adiknya jika sesuatu terjadi. Jika perlu, anak Anda harus tahu cara menggunakan pemadam api, menghubungi polisi atau rumah sakit. Pastikan anak Anda memiliki nomor telepon seluler Anda dan nomor kontak orang dewasa lain untuk berjaga-jaga.

Sebelum benar-benar meninggalkan buah hati sendirian, ada baiknya Anda membuat sejenis uji coba. Buat beberapa skenario seperti apa yang harus dilakukan jika kehilangan kunci rumah, kedatangan tamu orang asing, butuh bantuan mengerjakan PR, menerima telepon, mendadak merasa lapar atau tiba-tiba dilanda kesepian.

Ajari anak-anak Anda menyelesaikan permasalahan kekuasaan atau perebutan perhatian. Antisipasi problem sebelum muncul. Anak-anak Anda harus tahu kewajibannya masing-masing, siapa yang bertanggung jawab atas lainnya, dan siapa yang berhak menghubungi Anda jika semua yang sudah disiapkan untuk meninggalkan mereka sendirian ternyata gagal.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 3:56:41 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top