Kembali Bangkit Pasca Perceraian

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 11:00:12 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 11:00:12 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Tak ada pasangan yang menikah untuk bercerai. Tapi bila perceraian harus terjadi, bukan berarti hidup berhenti bukan ? Memang tak ada satupun strategi tunggal yang jitu untuk langsung melenyapkan rasa sakit dan kehilangan akibat perceraian.


Hanya waktu, yang akan memudarkan efek perceraian itu perlahan-lahan.Meskipun begitu ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk membangun kembali kehidupan pasca perceraian


1. Jangan Sendirian, bergabunglah dengan kelompok pendukung. Bila tak punya, maka bangunlah, demikian kata Jennifer Coleman eds, NCC seorang mentor yang bekerja dengan para klien yang mengalami perceraian di Rosen Law Firm North Carolina.


Kelompok pendukung bisa teman, keluarga, tetangga atau siapapun yang anda merasa cukup dekat dan nyaman untuk berbagi.

2. Menjadi pribadi baru. Bila sebelumnya kita dikenal sebagai Ibu anu, istri pak anu, setelah bercerai tentu status tersebut berubah. Perubahan yang seringkali membuat tak nyaman. Siapkan diri anda menjadi seorang perempuan lajang kembali dengan pribadi yang baru. Bereksplorasilah untuk menemukan cara melalui perasaan gamang tersebut.

“Mulailah melakukan hobi baru. Temukan aktivitas dan kesenangan-kesenangan baru Perluaslah diri anda. Perbanyak kesibukan dengan cara yang konstruktif, demikian saran Patricia Covalt, Ph.D, terapis pernikahan dari Denver.

3. Minimalkan dampak bagi anak-anak. Rasa sakit akibat perceraian memang tak terhindarkan. Tapi orang tua yang  berpisah bisa meminimalkan dampak buruk bagi anak-anak dengan tetap bersikap ramah sebisa mungkin.

“Anda bergelut dengan perasaan sedih dan terluka, tapi selalu hindari mengkritik mantan pasangan di depan anak-anak,” kata Jennipher Cole, LPC-S, terapis keluarga dan pernikahan di DePelchin Children’s Center di Houston.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 3:58:50 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top