Atasi Trauma Anak Pascabencana

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 11:40:02 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 11:40:02 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews – Banyak anak-anak menjadi korban jebolnya tanggul Situ Gintung Ciputat, Tangerang. Tragedi yang seperti tsunami ini menimbulkan rasa trauma yang mendalam.


Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak lebih sensitif dan rentan terhadap trauma akibat bencana. Hal itu bisa mempengaruhi mental mereka hingga dewasa.


Kejadian mengerikan saat bencana terjadi sangat terekam dalam ingatan anak. Terlebih jika ada keluarga yang meninggal. Bila terjadi penolakan atas kejadian itu di alam bawah sadarnya, seumur hidup ia tak akan melupakan hal itu.


Ketakutan berlebihan atau paranoid terhadap air misalnya, akan mengganggu aktivitasnya. Efek trauma kejiwaan yang ditimbulkan bencana bahkan jauh lebih besar dan berat untuk dipulihkan daripada kerusakan fisik.


Dalam buku Agar Badai Cepat Berlalu karangan Georgia Witkin, dijelaskan berbagai metode untuk mengatasi trauma setelah musibah baik musibah besar atau kecil.


Witkin yang merupakan Direktur The Stress Program , Mt. Sinai School of Medicine New York, Amerika Serikat, mengungkapkan hari pertama setelah bencana merupakan hari yang paling membingungkan.


Penelitian yang diungkap Witkin dalam bukunya menunjukkan bahwa hampir 90% korban masih terus dilanda stress dan ketakutan bencana akan datang lagi.


Kehilangan keluarga tercinta juga bisa menimbulkan perasaan beruntung bisa tetap hidup, tapi juga ada rasa bersalah karena ada orang yang disayanginya meninggal.

Bagaimana cara mengatasi rasa trauma anak-anak dan membuat mereka bisa menerima kematian orang tercinta?


- Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memahami apa yang dirasakan anak-anak setelah bencana. Pandangan  anak-anak terhadap bencana bisa jauh berbeda dengan anggapan orang dewasa. Gali perasaan mereka yang terdalam dengan metode bercerita atau menggambar. Dari gambar yang dihasilkan, bisa diketahui seberapa dalam dampak bencana terhadap kondisi psikologisnya.


- Kenali gejala-gejala stres pada anak-anak. Masing-masing anak memiliki kemampuan berbeda menerima kondisi bencana, sehingga tingkat dan gejala stress yang ditunjukkan pun berbeda. Ada yang menjadi pendiam, ada yang menjadi pemarah, dan sebagainya.


- Menurut Witkin, membuat anak bisa mengurutkan tahap kejadian bencana merupaka salah satu metode yang tepat untuk membantu proses pemulihan psikisnya.


- Lakukan terapi berkelompok dengan anak-anak lain yang juga menjadi korban. Dengan berkumpul bersama anak lain yang senasib, ia tak akan merasa sendirian.


- Orang dewasa tak perlu menutup-nutupi soal kematian terhadap anak. Misalnya anak belum terlalu mengerti, jelaskan dengan bahasa mereka tentang konsep dasar kematian. Berbohong dengan mengatakan orang yang meninggal hanya pergi dan nanti kembali, cuma akan membuat anak berharap terlalu besar, dan nantinya kehilangan kepercayaan terhadap orang dewasa.


- Anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Jangan tunjukkan rasa sedih terlalu berlebihan di depan anak. Hal itu akan membantu mereka mengatasi trauma dengan lebih tenang.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 4:22:14 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top