Elegan Hadapi Masa Lalu Kelam Calon Suami

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 11:52:50 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 11:52:50 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Banyak orang bilang, menjelang hari pernikahan banyak kendala yang bisa muncul. Tapi, apa yang harus dilakukan bila saat mendekati hari ‘H’, Anda sebagai mempelai wanita mendengar rumor tidak menyenangkan tentang calon suami.

Rasanya, memang seperti disambar petir saat mendengar gosip yang mengatakan bahwa kekasih sudah punya anak dari wanita lain. Tentunya, calon mempelai wanita ini tak tahu harus bagaimana. Padahal, undangan sudah disebar, pelaminan dan catering pun sudah dipesan untuk resepsi besar-besaran.

Bagaimana cara menanyakan hal ini pada calon suami. Jika ia tidak mengakuinya apa yang harus dilakukannya? Sebaliknya, bila ia mengakuinya, apakah sebaiknya Anda mengakhiri hubungan? Tapi membayangkan hidup tanpanya, rasanya ingin bunuh diri. Apa yang sebaiknya dilakukannya?

Anda pun mengalami dilema antara melanjutkan pernikahannya atau tidak. Namun, hidup belum berakhir, kok. Simak solusinya! 

Ini solusinya:
Sebelum menanyakan kepada calon suami, sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah menyelidiki gosip tersebut. Salah atau benar, paling tidak Anda memiliki data yang bisa dikonfrontasikan padanya.

Jika ternyata berita itu hanya gosip belaka, berarti Anda tidak perlu khawatir. Pernikahan bisa berlangsung. Namun, lain halnya bila pasangan mengakuinya. Ada baiknya Anda memikirkan masak-masak apa yang akan Anda lakukan. Sebaiknya ditunda saja pernikahan ini. Tapi jika dibatalkan pun akan lebih baik lagi. Karena, bisa jadi kejadian ini adalah hikmah buat Anda, bukan musibah. Sebenarnya Anda beruntung, sebab masalah ini dibeberkan sebelum menikah.
 
Tapi bila Anda tidak bisa menerima kenyataan ini, situasinya memang sulit. Jangan naïf. Memang kita menjalin kepercayaan, tapi jangan 100%. Sebab bila sudah sepenuhnya percaya 100%, Anda bisa jadi sangat naïf, sehingga tidak bisa merasakan ada sesuatu yang salah. Anda tidak percaya lagi pada sinyal-sinyal. Juga tidak percaya pada perkataan orang lain, seperti teman atau keluarga.

Mungkin yang bisa dilakukan adalah lebih banyak membicarakan secara mendalam masalahnya pada orang-orang terdekat Anda. Jadi, Anda bisa tahu konsekuensi apa yang bisa diterima nanti jika dia tetap ingin menikahi si dia. Apakah akan dibohongi lagi setelah menikah?

Jika Anda tetap ingin menikahinya, sebaiknya harus ada perjanjian hitam di atas putih, misalnya perjanjian pranikah yang berisi ‘hukuman’ untuk pasangan bila dia melakukan hal yang sama. Selain untuk mencegah Anda mengalami kejadian ini yang kedua kalinya, perjanjian ini bisa menjadi pegangan untuk ‘melawan’ dia di masa mendatang.

Tapi bila Anda menggangap, pasangan memang tidak layak, anggap saja semua ini hanya kenangan buruk. Sudah ditipu, bukan berarti tidak akan ditipu lagi. Kerugian biaya resepsi perkawinan tidak sebanding dengan hikmah yang didapatkannya, yakni batal menikahi pria pembohong. Lagipula, Life goes on, masih banyak pria yang bisa dipilih sebagai Mr. Right Anda.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 4:27:28 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top