Menikah Muda, dan… Bahagia!

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 12:03:48 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 12:03:48 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang menganggap pernikahan dini seringkali berbuntut perceraian. Memang, saat tren menikah muda melanda kalangan artis, kebanyakan memang tidak happy ending.

Namun, kendati kebanyakan selebriti ini sebaiknya jangan langsung dijadikan patokan. Cukup banyak juga kok, pasangan muda memilih mengarungi ‘hidup baru’ lebih dini, dan serius menjalani masa mudanya dalam perkawinan. Berbagai tantangan memang menghadang. Tapi, jika bisa dicari solusinya, pernikahan di usia belia ini dapat berjalan mulus.

Menurut John Gray, psikolog dan penulis buku best seller, Men are From Mars and Women are From Venus, sebenarnya setiap perkawinan itu tidak lepas dari munculnya konflik. Tapi, pernikahan yang dilangsungkan pasangan berusia di bawah 23 tahun, atau biasa disebut pernikahan dini ini memang memiliki tantangan dan risiko yang lebih besar.

Tantangan:
- Pada kisaran usia muda yang mengalami peralihan menuju tahap dewasa yang masih berada pada comfort zone (zona nyaman). Pasangan muda belum banyak memikul beban dan tanggung jawab. Sebagian besar masih ditangani pihak orang tua. Pada masa ini, mereka juga sedang mengalami perkembangan diri dan ego.

- Jiwa muda identik dengan kurangnya rasa toleransi, karena sangat peduli pada diri sendiri. Pasangan muda kerap terlalu cepat mengambil keputusan dan cenderung mudah terpancing emosi. Khususnya, pada  pasangan muda yang seumur, karena ego keduanya sama-sama kuat.

- Tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak. Mengurus diri sendiri saja masih sulit, apalagi merawat buah hati.

Tapi, yang perlu disadari, setiap pernikahan, baik itu terjadi di usia dini atau bukan, pasti akan mengalami pasang surut. Ada kalanya susah, tapi ada juga kala senang. Jadi, jangan biarkan kehidupan perkawinan kehilangan masa-masa fun dan berarti.  Ini strateginya!


Sesekali keluar dari rutinitas mengurus rumah tangga. Ajak suami ke kafe, main biliar atau ke tempat nongkrong semasa pacaran dulu. Jika perlu, jadikan satu hari dalam seminggu, misalnya malam Sabtu sebagai hari wajib gaul.


Tapi, agar tidak gelisah atau cemas saat meninggalkan anak-anak di rumah, sebelum pergi titip mereka pada orang yang bisa dipercaya. Misalnya, nenek, tante, atau babysitter.

Selain mesti gaul, pasangan menikah muda, terutama wanita, ada baiknya tetap berkarya. Jika masih memiliki impian yang belum tercapai karena menikah muda, bukan berarti impian tersebut pupus begitu saja. Tak ada kata terlambat untuk belajar dan menggapai cita-cita.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 4:31:55 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top