Pria Berubah Cuek Setelah Menikah

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 12:54:15 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 12:54:15 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Setelah beberapa lama, baru Anda menyadari bahwa sang suami mulai terlihat acuh tak acuh. Tapi, apakah hal ini harus selalu menjadi pemicu Anda berdua bertengkar? Tidak perlu begitu. Masih ada, kok, jalan yang bisa Anda tempuh untuk berkompromi dengan suami. Ini caranya!

Menurut John Gray Ph.D, psikolog dan penulis buku Men are from Mars, Women are from Venus, ketika pria menikah, mereka merasa tak perlu bersusah payah mengambil hati pasangannya. Karena itulah, mereka bersikap acuh tak acuh.

Problem yang mungkin muncul antara lain, dulu si dia adalah pendengar yang baik. Tapi, setelah menikah, ia menjadi cuek. Selain itu, waktu pacaran pasangan selalu memperhatikan Anda bak putri raja. Tapi, kini, untuk menelepon sekali saja dalam sehari, rasanya sulit sekali dilakukan. Jika sudah begini apa yang harus dilakukan?

Komunikasi merupakan faktor penting untuk mempererat jalinan kasih suami- istri. Komunikasi tidak melulu berbicara soal pekerjaan atau anak, melainkan juga mengenai hubungan Anda berdua. Jadi, mintalah perhatian penuh suami tentang hal ini. Kalau perlu, berilah tanda-tanda, seperti note di meja kerjanya atau SMS, bahwa hal itu penting sekali.

Namun, Anda pun perlu melihat situasi. Sebab, agak susah meminta perhatian suami jika Anda memaksa bicara ketika dia sedang menonton acara favoritnya di televisi, ketika anak-anak sedang ramai meminta perhatian, atau saat dia terburu-buru hendak berangkat ke kantor.

Yang perlu Anda juga tahu, ketika pacaran, biasanya ada konsep mengejar. Begitu menikah, bagi suami konsep ini berakhir. Tapi, sebagai istri, Anda tetap berhak mendapatkan perhatian dan sanjungan. Namun, mungkin yang perlu didefinisikan adalah perhatian seperti apa yang diinginkan masing-masing.

Contohnya, kalau Anda memang ingin ditelepon oleh suami, coba katakan. Namun, dengan berkompromi, misalnya frekuensinya tidak setiap hari, melainkan 2 atau 3 kali seminggu. Atau, kalau suami sibuk, tak ada salahnya Anda yang berinisiatif menelepon. Tak perlu berpanjang-panjang, cukup misalnya, menanyakan sudah makan siang atau belum. Jadi, jangan putus komunikasi di antara Anda berdua!
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 5:03:35 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top