Senjata Ampuh Saat Suami Hilang Ambisi

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 1:00:54 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 1:00:54 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Saat ini, mulai banyak kasus, seorang istri mempertanyakan ambisi sang suami, terutama dalam hal ekonomi. Keadaan ekonomi yang kian hari kian menuntut adalah salah satu faktor membuat istri ribut. Hal lain, mungkin, rasa iri dan cemburu bercampur gemas melihat kemajuan dan kemapanan orang lain dibandingkan keluarganya.

Ambisi, menurut John Gray penulis buku Men are From Mars & Women are From Venus, memang merupakan salah satu hal penting untuk mencapai prestasi. Kurang atau bahkan tidak berambisi memang bisa menyebabkan tertinggal dengan orang lain, baik dari segi ekonomi, karier maupun kehidupan sosial. Nah, bagaimana jika suami Anda termasuk kategori tak berambisi?

Untuk mendorong suami yang tidak berambisi menjadi lebih berambisi memang bukan perkara mudah. Tapi, tak ada salahnya dicoba, kan?

Pertama, lihat dulu apakah tuntutannya terhadap suami itu cukup realitis. Mengapa? Karena, sekarang ini sering melihat ambisi yang dimaksud si istri itu kadang-kadang lebih ditujukan untuk pencapaian materi, bukan kebahagian suami.

Kalau suami sudah lama bekerja, dan seharusnya sudah mencapai posisi atau mengembangkan usaha tertentu, tapi tetap mandeg di tempat, mungkin baru bisa menyebutnya tidak berambisi dan perlu diubah.
 
Pertimbangkan juga karakteristik suami dengan ambisi Anda terhadapnya. Misalnya, suami lebih memilih menjadi dosen ketimbang menjadi pengusaha. Ini bukannya kurang mempunyai modal, tapi meski pengetahuan ekonominya luas, tapi mungkin ia merasa jiwanya lebih tentram mengajar ketimbang harus setiap hari berkutat dengan persaingan dan melakukan lobi dengan banyak orang.

Tapi, bukan suami tidak berambisi tidak bisa diubah sama sekali. Bisa, kok. Cuma mungkin Anda hati-hati dalam mengomunikasikannya.

Untuk itu, saat mengajak berbicara lihat dulu suasana hatinya. Jangan dia sedang uring-uringan malah diajak bicara masalah ini. Selain itu, menjauhi memakai kata-kata yang menggurui, tapi mulai lebih dulu dengan kalimat yang menunjukkan penghargaan terhadap diri suami.

Nah, kalau Anda sudah mengajaknya bicaranya baik-baik, tetapi suami tetap tak bergeming, mungkin, tak perlu menekannya terus menerus. Ada kalanya, ketika Anda diam, suami justru mengadopsi nasihat Anda. Jadi, cobalah bersabar

Namun, jika suami terus menunjukkan ambisi begitu-begitu saja, mungkin lebih baik Anda mencoba mengambil sisi positif. Mungkin secara ekonomi Anda sekeluarga hanya di level C atau ‘cukup’ saja. Tapi, minimal suami tidak terlibat utang atau memboroskan kartu kredit. Plus, suami bisa jadi punya waktu bercengkrama bersama keluarga lebih banyak.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 5:05:59 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top