Liburan Keluarga Tanpa Pasangan, Wajarkah?

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 1:14:37 PM
Add to Favorites0
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 1:14:37 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Liburan sudah datang dan si kecil pasti ingin menghabiskan waktu liburannya dengan ayah dan ibunya. Jika Anda sudah mempersiapkan waktu liburan untuk si kecil sementara pasangan tidak bisa, jangan dulu kecewa. Menghabiskan waktu liburan tanpa pasangan bisa menyenangkan, bahkan menghangatkan kembali hubungan Anda.

Leslie Seppinni, psikolog keluarga mengungkapkan liburan tanpa pasangan bisa menjadi kesempatan untuk memberi waktu bagi diri sendiri dan pasangan. Bahkan jika hubungan Anda dan pasangan sedang terasa hambar, jenuh atau sedang sering terjadi percekcokan, liburan sendiri tanpa pasangan bisa menjadi pilihan.

Menurut Sepinni liburan bisa membuat pikiran kita kembali segar, dan terkadang membuat sudut pandang baru pada cara berpikir kita. Mengevaluasi dan merefleksi diri juga sangat efektif dilakukan saat liburan. Danine Manette,penulis buku “Ultimate Betrayal: Recognizing, Uncovering and Dealing with Infidelity” mengungkapkan liburan tanpa pasangan bisa merekatkan kembali hubungan.

Berpisah selama berhari-hari dengan pasangan akan menimbulkan rasa rindu. Rasa inilah yang bisa merekatkan hubungan Anda dan pasangan. Jadi tidak masalah jika Anda liburan tanpa pasangan. Berpisah dengan pasangan selama berhari-hari akan memunculkan rasa kehilangan, dan saat bertemu kembali hubungan menjadi lebih segar.

Bahkan, menurut BJ Gallagher, seorang sosiolog dan penulis buku “Why Don’t I Do the Things I Know Are Good for Me?”, terlalu banyak menghabiskan waktu bersama tanpa memberikan kesempatan masing-masing untuk menikmati waktu sendiri bisa merusak hubungan.

“Salah satu hal yang membuat hubungan menjadi hangat adalah perbedaan perspektif dan pengalaman untuk saling berbagi. Pasangan membutuhkan waktu sendiri untuk menghargai kebersamaan," kata Gallagher.

Jadi, tidak selamanya liburan sendiri itu kurang menyenangkan. Anda bisa menghabiskan waktu bersama si kecil atau teman-teman. Dan pasangan yang nan jauh disana merindukan Anda. Saling mengirim sms atau telepon yang mengungkapkan rasa rindu bisa menjadi pengalaman tersendiri selama liburan. Selamat berlibur!

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 5:11:45 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top