Merasa Terjebak di Perkawinan? Ini Solusinya!

Posted By Rikaro.Ramadi Saturday, March 23, 2013 1:20:53 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 1:20:53 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Ketika kemesraan mulai memudar antara Anda dan pasangan, hal ini bisa menunjukkan 'lampu kuning' di hubungan Anda. Sebaiknya jangan disepekan.

Pasalnya, jika sudah merasa terperangkap, Anda tidak bisa menggambarkan lagi diri Anda sebagai seseorang yang bahagia. Anda pun mulai tidak yakin apakah hubungan ini perlu dilanjutkan atau tidak. Dan, mulai berpikir, apakah meninggalkan pasangan merupakan tindakan tepat?

Menurut Dr. Linda Papadopoulos, konsultan perkawinan di AS, tanda-tanda Anda merasa terjebak dalam hubungan, antara lain:
- Anda sering tidak merasa bahagia
- Merasa tertekan dan tidak nyaman saat bersama pasangan
- Tidak bersemangat memulai hari
- Merasa tidak dihargai si dia

Mengakhiri hubungan mungkin terdengar mengerikan. Yang perlu Anda tahu, apapun alasan yang melandasi Anda terkurung dalam hubungan ini, tetap ada solusi untuk mengatasinya!

- Temukan penyebab yang membuat Anda tidak bahagia. Cobalah Anda jujur pada diri sendiri. Jika Anda mulai merasa terjerat karena harapan tidak terpenuhi, maka Anda harus menegaskan harapan Anda, misalnya suami jangan pulang kantor terlalu malam. Ajak suami untuk bisa lebih berkompromi.

- Bicarakan masalah ini berdua. Perasaan terjebak bukan berarti hanya karena kesalahan dia, melainkan perasaan yang harus Anda atasi berdua.

- Lakukan terapi 'Apa yang membuat Anda tidak bahagia?'. Biasanya, untuk mencari tahu apa yang dirasakan, Anda akan bertanya pada diri sendiri, "Apa yang Anda rasakan?" Mungkin itu akan berhasil, tapi coba dulu cara satu ini.

Kali ini, tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang tidak Anda rasakan?" Anda bisa melihat keadaan yang Anda alami secara berbeda. Lalu, Anda akan bertanya lagi, "Mengapa dia tidak membuat Anda bahagia?" Kalimat ini akan membantu Anda tetap fokus pada apa yang sedang terjadi. Misalnya, ternyata Anda baru menyadari, bahwa suami jarang membuat Anda merasa istimewa, seksi, menarik dan cantik. Dari sini, Anda bisa mengajak suami bicara.

- Ubah kebiasaan. Misalnya, jika biasanya jarang menemaninya menonton TV, cobalah kali ini Anda duduk di sampingnya sambil menyaksikan tayangan favoritnya. Lakukan kebiasaan ini setiap kali ada waktu. Coba perhatikan, apakah dia mulai menyadari kebiasaan ini? Jika iya, biasanya si dia juga akan lebih hangat pada Anda.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Saturday, March 23, 2013 5:14:34 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top