Tanamkan Disiplin Pada Anak Tanpa Kekerasan

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 5:56:09 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 5:56:09 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Sikap anak-anak tidak selalu manis dan penurut. Terkadang mereka bisa saja membangkang perkataan kita dan tidak mau menuruti peraturan yang telah dibuat. Sikapnya tersebut tentu bisa memancing emosi kita sebagai orang tua. Untuk membuat anak menurut dan menegakkan disiplin, beberapa orang tua sering menggunakan cara kekerasan yang dianggap wajar.

Memukul, mencubit, atau menjewer adalah cara yang sering digunakan orang tua agar anak menjadi disiplin. Mungkin hal tersebut bisa langsung membuat anak menurut, tetapi untuk selanjutnya belum tentu. Sebenarnya, ada cara lain yang lebih efektif untuk menegakkan disiplin pada anak selain cara kekerasan. Berikut cara-caranya.

1. Contohkan sikap disiplin
Cara yang paling tepat menegakkan disiplin adalah memberikan contoh. Jika Anda membuat peraturan untuk tidak makan di depan televisi, maka Anda pun harus melakukannya. Anak mengimitasi perilaku orangtuanya, jadi berikanlah contoh yang baik. Jangan mendisiplinkan anak, sebelum Anda mendisiplinkan diri sendiri.

2. Konsisten
Jika Anda membuat peraturan atau memberikan hukuman konsistenlah untuk melakukannya. Jangan terpengaruh saat anak menangis atau mengamuk. Ungkapkan padanya bahwa setiap kesalahan ada konsekuensinya dan ia harus menerimanya. Ketika omongan Anda tidak konsisten, anak akan kurang menghargai Anda. Hal itu bisa membuat omongan Anda tidak akan didengarkan lagi olehnya. untuk itu, cobalah bersikap konsisten.  

3. Konsekuensi
Jika anak tidak disiplin atau melakukan kesalahan untuk pertama kalinya, segera ungkapkan kalau ia bersalah. Hal itu untuk menghindari ia melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Katakan juga padanya setiap kesalahan memiliki konsekuensi, salah satunya adalah hukuman. Hukuman bisa berupa tidak mengizinkannya menonton televisi beberapa hari atau memotong uang jajannya sementara waktu.

Jangan berikan hukuman fisik seperti memukul, hal itu hanya akan menimbulkan trauma dan bisa meregangkan hubungan Anda dengannya. Memberikan hukuman atau konsekuensi atas kesalahan anak juga melatih perkembangan psikologisnya. Mereka jadi lebih peka dan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu kesalahan.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 11:40:24 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top