Lima Jurus 'Akrobat' Ibu Bekerja

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 5:57:21 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 5:57:21 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Jadwal pekerjaan Anda dan suami yang padat membuat waktu untuk bertemu dengan anak-anak sangat sedikit. Anak-anak pun tidak kalah sibuknya. Setelah pulang sekolah mereka masih harus mengikuti les, dan menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah.

Jika hal tersebut terjadi setiap hari, lalu Anda dan suami tidak menyiasati untuk sekedar mengobrol sejenak dengan anak-anak, maka yang terjadi adalah hubungan keluarga akan merenggang. Anda, suami dan anak-anak tenggelam dalam kesibukan dan bisa saling tidak mengetahui permasalahan masing-masing.

Scott Haltzman, MD., penulis buku "The Secrets of Happy Families: Eight Keys to Building a Lifetime of Connection and Contentment", mengungkapkan beberapa kunci untuk merekatkan kembali keluarga Anda.

1. Menyapa. Meskipun terdengar sederhana tetapi saling menyapa antar anggota keluarga bisa mempererat hubungan. “Salah satu kebutuhan individu adalah merasakan hubungan yang hangat," kata Dr. Haltzman seperti vivanews kutip dari shine.yahoo.com. Menyapa anak-anak menjelang pergi ke kantor sambil mencium keningnya, pasti akan membuat anak merasakan kehangatan keluarga. Hal itu juga akan berdampak positif pada perkembangan pribadinya menjadi individu yang hangat.

2. Makan bersama. Penelitian menunjukkan, keluarga yang sering makan bersama kecenderungan memiliki anak yang terkena kasus kenakalan lebih kecil. Termasuk penggunaan obat-obat terlarang atau dikeluarkan dari sekolah. Usahakan menyempatkan waktu untuk makan bersama karena bisa menguatkan hubungan keluarga.

3. Waktu untuk keluarga. Rencanakan untuk berlibur bersama keluarga. Matikan telepon selular Anda dan suami agar waktu bersama keluarga tidak terganggu, baik oleh masalah pekerjaan atau hal lain. Lakukan kegitan bersama seperti outbond atau memasak bersama. Jangan menonton televisi atau kegiatan lain yang minim berinteraksi. Buatlah waktu keluarga yang berkualitas.

4. Beribadah bersama. Beribadah tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan relijius seseorang tetapi juga mendekatkan keluarga. Solat berjamaah atau pergi ke gereja bersama keluarga adalah salah satu cara agar hubungan keluarga menjadi lebih erat.

5. Manfaatkan teknologi untuk berkomunikasi. Kunci kedekatan keluarga adalah komunikasi. Komunikasi tidak harus dengan tatap muka, dan karena kesibukan yang padat Anda harus pintar-pintar memanfaatkan teknologi. Tanyakan kegiatan anak dan suami melalui telepon, sms, atau internet agar Anda dan mereka saling mengetahui kegiatan masing-masing.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 11:41:31 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top