Inilah Tontonan yang Layak untuk Si Kecil

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 5:58:28 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 5:58:28 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Tahukah Anda film bertema superhero yang diputar di bioskop belum tentu layak dikonsumsi anak-anak? Pasalnya, menurut Sam Hackworth, PhD, psikolog anak dan pendiri askaChildPsychologist.com, mengatakan film tersebut bisa menyajikan banyak adegan yang berbahaya dan tidak cocok dilihat anak. "Tapi, karena promosi, antara lain lewat berbagai merchandise, anak jadi terpengaruh dan penasaran ingin menonton," katanya.

Lantas, film apa yang disebut film anak? Ada 3 kategori film yang bisa disebut sebagai film anak, terutama untuk anak usia 5 - 12 tahun. Yakni, film tentang anak anak, film untuk anak-anak, dan film untuk segala usia. Jika dikaitkan dengan film lokal, untuk film yang mengisahkan anak-anak, antara lain: 'Denias, Senandung di Atas Awan (2006)', dan 'Laskar Pelangi'.

Sementara kategori film untuk anak, pemainnya tak harus anak-anak. Bisa seekor kuda, anjing, tikus, atau karakter boneka. Misalnya, 'Free Willy', 'Finding Nemo', atau yang lokal 'Unyil'. Intinya, penyajiannya disesuaikan dengan daya tangkap dan apresiasi anak.

Kategori ketiga adalah film yang cocok ditonton segala usia. Filmnya mengandung pesan yang perlu diketahui orang tua dan cara penyajiannya menarik ditonton kaum muda dan anak-anak. Misalnya, 'Merah Putih'.

Dalam hal ini Kak Seto juga menambahkan bahwa suatu film disebut film anak jika mengandung lima unsur, yaitu:

1. Pendidikan (ada unsur ilmu pengetahuan yang bisa diperoleh).
2. Etika (mengandung ajaran budi pekerti luhur serta mengarahkan anak
untuk memiliki kecerdasan spiritual)
3. Estetika (secara dramaturgi dan sinematografi bagus).
4. Nasionalisme (mengajak anak untuk cinta pada tanah air).
5. Hiburan (filmnya harus menghibur, bukan film yang berat).

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 11:42:45 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top