Pheromone, Tingkatkan Daya Tarik Wanita

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:01:05 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:01:05 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Anda pasti tahu kalau cinta, nafsu, dan ketertarikan bisa dijelaskan secara detail secara kimia. Jadi, proses hubungan Anda dengan pasangan mulai dari pendekatan, pacaran, menikah hingga memiliki anak adalah sebuah proses kimia. Pasti, Anda penasaran bagaimana proses kimia jika Anda sedang jatuh cinta.

Menurut Devendra Singh, profesor psikologi di University of Texas, Amerika Serikat, hasrat ketertarikan seseorang pada orang lain, berdasar dari gen yang dimilikinya. Gen tersebutlah yang membuat Anda mencari pasangan yang cocok satu sama lain.

"Saat sedang mencari suami atau istri, seseorang akan mempertimbangkan apakah keinginan untuk memiliki anak yang membawa gen dari orang yang disukainya cukup besar atau tidak
tanpa disadari," kata Devendra Singh, seperti VIVAnews kutip dari goodtoknow.co.uk.

Jadi, jika seseorang sedang menyukai lawan jenisnya, ia sudah mempertimbangkan gen dari orang tersebut tanpa menyadarinya. Pertimbangan memiliki keturunan ternyata sudah muncul dari awal mencari pasangan. Menurut Rob Elder dari Emory University, Atlanta, Amerika Serikat, hal itu bisa terjadi karena kita secara tidak sadar mengendus zat pemikat alami atau pheromone dari gen seseorang yang kita sukai.

Zat Pheromone ini diproduksi secara alami dalam tubuh manusia. Ketika pheromone yang berasal dari tubuh dan menyebar di udara dan terhirup oleh lawan jenis, maka bisa menarik perhatiannya dan bahkan membuat perilaku seksualnya lebih aktif. Pada 1985, peneliti menemukan sensor pheromone di lubang hidung manusia. Sensor tersebut itulah yang berhubungan langsung dengan jaringan otak yang mengatur emosi dan perasaan.

Jadi, hubungan Anda dan pasangan selama ini disebabkan oleh aroma pheromone dari gen masing-masing yang saling menarik. Aroma tersebut ternyata mempengaruhi otak dan membuat perasaan Anda jatuh cinta.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 11:45:07 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top