Memotivasi Anak Rajin Belajar, Mudah, Kok!

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:09:07 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:09:07 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Belajar bagi sebagian anak merupakan hal yang membosankan. Mereka berusaha menghindar dari kegiatan belajar. Sekalipun belajar, hanya sebuah keterpaksaan. Yang akhirnya, anak tidak mencerna pelajaran secara penuh.

Di rumah tentu hal lain lagi. Akan lebih sulit mengoptimalkan anak agar belajar. Mereka terkadang sangat enggan jika disuruh belajar di rumah.

“Nanti saja Mah, yang penting kan PR sudah dikerjakan.”
“Nonton kartun kesukaan dulu, Bunda.”
“Sebentar, Pa! Nih lagi masih asyik main game, tanggung.”
“Males, Yah! Besok kan gak ada ulangan.”

Begitulah jawaban-jawaban yang mereka berikan ketika disuruh belajar. Bahkan, ada yang menjadi marah jika disuruh belajar. Akibatnya, orangtua menjadi frustrasi dan enggan menemani anak belajar.

Kenapa demikian? Kemalasan anak tentu bukan tanpa alasan. Kita mesti bijak menilainya. Banyak faktor yang membuat anak malas belajar. Di antaranya, metode belajar yang tidak sesuai dengan sifatnya, suasana yang tidak mendukung, dan merasa diganggu kesenangan dan dunia bermainnya.

Hal ini perlu diluruskan oleh orangtua agar anak kembali mendapatkan gairah di dalam belajar. Kenalilah minat dan kecenderungan gaya belajar anak. Apakah si anak memiliki gaya belajar auditori, kinestetik, taktil, atau visual. Kemudian, tarik sang anak dengan metode sesuai gaya belajarnya.

Jika auditori, jadilah Anda sebagai pendengar sekaligus pembicara yang baik. Anak auditori adalah pendengar yang baik. Mereka mampu menyerap sebagian besar informasi yang mereka dengar. Mereka lebih mudah menyerap pelajarannya dengan proses diskusi dan dialog. Biarkan ia mengemukakan kesulitan yang ditemuinya saat mengerjakan soal yang dihadapinya.

Biarkan si anak mengerjakan soalnya sendiri. Giring dan pancinglah dengan kalimat-kalimat sugesti. Misalnya, “Rasanya bunda percaya kamu bisa mengerjakannya karena soal ini hampir sama dengan soal yang kamu kerjakan kemarin.” Atau “ Coba ingat-ingat bagaimana gurumu menerangkannya pelajaran ini tadi di sekolah.” Atau kalimat-kalimat lain yang mampu memancing kreativitas anak auditori berpikir memecahkan masalah.

Penulis     : Ari Ambarwati
Harga         : Rp 25.000


Logo Agromedia

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 11:52:01 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top