'Teve Berpotensi Ajari Anak Cara Membunuh'

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:09:50 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:09:50 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Seorang bocah 10 tahun berinisial 'N' diduga telah membunuh ibu angkatnya, Hetty Rohyat, istri Dosen Farmasi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Si bocah diduga membunuh lantaran sakit hati diperlakukan kasar oleh ibunya.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan, kasus semacam itu merupakan cermin pendidikan yang buruk di lingkungan keluarga. "Apa yang dilakukan anak itu semacam reaksi atas aksi yang ia terima," kata Kak Seto saat berbincang dengan VIVAnews, Kamis, 15 Oktober 2009.

Ia lantas membandingkan kasus serupa yang pernah ia tangani. Kala itu, seorang anak perempuan menghabisi ibu kandungnya. Aksi keji itu terjadi lantaran si anak sering mendapat perlakuan kasar dari ibunya.

Perlakuan kasar orangtua akan menciptakan psikologis yang buruk pada anak. Rasa rindu anak akan kasih sayang orangtua tak sesuai dengan kenyataan. "Ini yang membuat anak terus tertekan dan pada akhirnya memunculkan kebencian," ujarnya.

Keadaan ini sangat sensitif ketika ditabrakkan dengan faktor lingkungan yang juga buruk. Anak akan mudah tersulut dengan ide-ide jahat yang kemungkinan besar ia saksikan melalui media televisi. "Saat saya tanya anak perempuan itu, dia jujur menjawab dapat ide membunuh dari acara berita kriminal di televisi," ujarnya.

Sebab itu, Kak Seto berharap kasus semacam ini dapat menjadi pembelajaran serius bagi para orangtua dalam mendidik anak. Ia berharap para orangtua lebih mengedepankan pendidikan tegas dengan kasih sayang, bukan kekerasan. "Jangan biarkan anak justru meniru tindakan kejam orangtuanya sendiri," ujarnya.

Kasus semacam itu juga semakin memperjelas dampak buruk televisi pada anak. Orangtua harus lebih waspada terhadap tayangan televisi yang disaksikan anak di bawah umur. "Tayangan televisi berpotensi memberi pengaruh buruk pada anak, apalagi ketika psikologis anak dalam kondisi labil," ujarnya.

Baca: Si Pembunuh Itu Adalah Bocah Berusia 10 Tahun

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 11:52:36 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top