Sampai Kapan Harus Backstreet?

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:19:37 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:19:37 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Jika cinta sudah kadung ‘mentok’ pada seseorang yang ternyata tak berkenan di hati orang tua (baik dari salah satu pihak atau kedua pihak), tentu menumbulkan masalah cukup serius. Karena tak mau berpisah, akhirnya pun Anda berdua backstreet alias pacaran sembunyi-sembunyi.

Cinta lewat ‘pintu belakang’ memang bisa  mendebarkan dan mengasyikkan. Tapi, kalau berniat melangkah ke jenjang serius, tentu tak bisa terus kucing-kucingan. Kapan harus mulai berterus terang?

Memulai ‘buka-bukaan’, perlu Anda tahu, bukanlah perkara gampang. Tapi mau tak mau harus dilakukan, apa pun risiko yang bakal dihadapi. Itu sebabnya, pasangan backstreet perlu berpikir matang-matang dulu menyangkut hubungan mereka berdua, sebelum memutuskan berjuang menghadapi orang tua.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilah-milah persoalan yang membuat Anda berdua harus menempuh ‘jalan belakang’. Dalam hal ini, berusahalah jujur terhadap diri sendiri, gunakan pikiran yang sejernih-jernihnya, dan jangan pakai emosi. Sebesar apa pun cinta Anda pada si dia, akal sehat harus tetap dipakai

Kalau sekadar status sosial atau keadaan ekonomi yang tak seimbang, tapi Anda berdua merasa sanggup mengatasi perbedaan ini, lanjut saja. Tapi, bagaimana kalau si dia suka memukul, gemar main cewek, atau pecandu narkoba? Ataukah si dia ternyata masih menjadi suami orang? Layakkah Anda ‘berperang’ dengan orang tua hanya demi mempertahankan kekasih model begini? Jawabannya tentu hanya Anda yang tahu.

Jadi, selesaikan dulu masalah-masalah intern di antara Anda berdua. Barangkali, selama ini masih ada hal-hal yang mengganjal, yang potensial menimbulkan konflik dan ketidakpuasan di antara Anda berdua. Jangan sampai masalah-masalah ini muncul sebagai titik lemah yang bisa dijadikan sebagai ‘sasaran tembak’ oleh orang tua.

Kalau ternyata Anda berdua benar-benar sudah siap dan mantap, yang harus dilakukan selanjutnya adalah saling menguatkan mental, dan saling memberi keberanian sebelum menghadap orang tua. Apa pun yang terjadi, harus dihadapi berdua.

Lebih baik lagi jika Anda berdua juga sudah siap secara materi. Dengan adanya kesiapan materi ini, Anda bisa menyakinkan orang tua bahwa nantinya Anda tak bakal merepotkan mereka.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 12:00:43 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top