Persiapkan Anak Memasuki Masa Puber

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:22:27 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:22:27 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Masa puber pada anak bisa jadi masa yang sulit, jika Anda, sebagai orangtua tidak mempersiapkan mereka. Perkembangan hormon saat masa puber bisa menimbulkan perubahan fisik, suara hingga ketidakstabilan emosi. Untuk itu sebagai orangtua, persiapkan anak-anak Anda sebelum memasuki masa puber.

Usia puber pada anak berbeda-beda, tetapi umumnya antara 10 hingga 14 tahun. Pada saat anak berusia 8 atau 9 tahun Anda sudah bisa memberi tahu hal-hal yang akan mereka alami saat puber. Misalnya pada gadis kecil Anda, kenalkan saja pembalut atau panty liner yang biasa Anda gunakan. Jangan malah tidak memberitahunya, atau ketika mereka menanyakannya Anda malah tidak menerangkannya secara jelas.

Sebagai ibu yang pernah mengalami masa puber, Anda bisa menceritakan pengalaman ketika mendapatkan haid pertama kali. Lalu, pertumbuhan payudara dan bagaiamana memilih bra yang tepat. Berbagi pengalaman pada anak bisa menjadi hal yang seru. Hal itu karena pengalaman Anda juga merupakan informasi baru bagi mereka. Proses tersebut juga merupakan bagian dari pendidikan seksual.

Bagi anak lelaki, masa pubernya rata-rata enam bulan setelah anak wanita seusianya. Hal tersebut ditandai dengan membesarnya testikel pada usia antara 10 hingga 14 tahun. Suara mereka pun akan lebih berat dan mulai tumbuh bulu-bulu halus.

Pada usia 13 atau 14 tahun, anak lelaki akan menglami ejakulasi untuk pertama kalinya saat tidur (emisi nokturnal) atau dikenal dengan mimpi basah. Jika hal ini belum diberitahukan sebelumnya, anak bisa menjadi kaget atau khawatir dan membuatnya menjdi pendiam atau mencari informasi di tempat yang salah.

Jadi, beritahukan hal yang akan dialami anak saat masa puber, bisa Anda yang melakukannya atau suami. Jika anak cukup dekat dengan ayahnya, akan lebih baik jika suami yang berbagi pengalaman pada anak lelakinya.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 12:02:40 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top