Jika Anak Anda Kepergok Mencuri

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:30:04 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:30:04 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437


Sekembalinya dari bermain Anda melihat si kecil yang berumur lima tahun terlihat merasa bersalah. Dan, ketika ditanya, ternyata mainan tokoh pahlawan Star Wars kesayangan temannya disembunyikan di balik tangannya. Duh, apa yang harus dilakukan?

Perlu para ibu tahu, anak yang berumur lima tahun ke atas itu sudah cukup umur untuk mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Mungkin, si kecil tak punya maksud jahat saat melakukan itu, tapi menurut Bhavin Dave, M.D., pakar kesehatan mental bayi dan balita di Children's National Medical Center, Washington, DC, jika sudah dilakukan berulang-ulang perbuatan mencuri yang dilakukan anak bisa merupakan kejahatan.

Untuk menghindari anak agar kapok mencuri lagi kita bisa melakukan hal-hal seperti di bawah ini:

- Tanyakan padanya apa yang terjadi. Walaupun semua sudah menandakan kalau dia mencuri, berikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan. Anak-anak pada usia ini seringkali jujur bila ditanyakan secara langsung. Jadi, jadi jangan ragu untuk menanyakan.

- Bicarakan tentang peraturan. Aturan yang harus ditanamkan yaitu 'tidak boleh mencuri'  atau 'mencuri itu bukanlah perbuatan baik' atau 'siapa yang mencuri akan mendapat hukuman'. Anda bisa membiarkan anak pada pelanggaran pertama dengan sebuah peringatan, tapi ingatkan kalau Anda akan menghukumnya jika terjadi lagi.

- Beri dorongan anak untuk memperbaiki kesalahan. Jika dia mencuri barang dari temannya atau orang lain, minta dia untuk mengembalikan barang tersebut dan minta maaf, serta berjanji tak akan mengulanginya lagi. Cara ini memang bisa membuatnya malu, tapi sekaligus bisa membuatnya kapok.

- Perhatikan dengan seksama apabila ini perbuatan ini dilakukannya berulang-ulang, konsultasikan dengan psikolog anak, karena si kecil mungkin mempunyai ADHD, kelainan mood, atau masalah lainnya.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 12:07:49 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top