Belum Nikah, Perlukah Punya Tabungan Bersama?

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 6:54:26 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 6:54:26 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Istilah ‘tabungan bersama’ pada saat pacaran, sekarang bukan hal yang asing bagi sebagian pasangan muda. Memang, sah-sah saja bila Anda dan si dia mulai mencicil kebutuhan yang kelak diperlukan setelah menikah.

Tapi, ingat, membeli atau memiliki harta gono-gini bersama semasa pacaran bukannya tanpa risiko. Siapa tahu cinta mereka tak bertahan hingga ke pelaminan? Di sisi lain, kalau memang tujuannya baik, salahkah jika dilakukan?

Yang perlu disadari, menurut John Gray, penulis "Men are from Mars, Women are from Venus", bila Anda punya niat buka rekening bersama, ada baiknya menunggu sampai ada kepastian tentang hubungan Anda dan kekasih.

"Misalnya, orang tua kedua belah pihak telah menyetujui hubungan Anda berdua, Jangan sampai, karena dimabuk cinta Anda tidak memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan," ujar Gray.

Segala hal yang menyangkut masalah uang, sangat berisiko. Dari awal, sebaiknya Anda dan kekasih sepakat untuk selalu terbuka soal isi tabungan. Prinsipnya, uang yang dimasukkan atau diambil dari tabungan tersebut harus sepengetahuan kedua belah pihak.

Akan lebih baik jika Anda berdua mencatat pemasukan atau pengeluaran dari tabungan tersebut. Sehingga, jika putus di tengah jalan, Anda berdua dapat membaginya secara adil. Bila kedua pihak mempunyai niat baik, mungkin hal ini masih bisa dibicarakan dengan kepala dingin. Misalnya, dapat dibagi 50: 50.

Selain itu, apakah salah membeli rumah berdua sebelum menikah? Menurut Gray, sebaiknya Anda dan kekasih memiliki kesepakatan. Misalnya, membagi dua cicilan rumah tiap bulannya. Setiap bulan membayarkan uang bagian Anda, Yang penting dilakukan ketika memutuskan membeli barang bersama adalah senantiasa menjalin komunikasi dan bersikap terbuka terhadap pasangan.

"Agar tidak rugi, ada baiknya meminta rumah tersebut atas nama Anda. Jika tidak, buatlah perjanjian di atas meterai atau dicatat di hadapan notaris. Dalam perjanjian tersebut, sebaiknya juga dicantumkan siapa yang akan memakai rumah itu nantinya, jika hubungan tidak berlanjut," ujar Gray menjelaskan.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 12:25:48 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top