Mendidik Anak Bagi Ibu Bekerja

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 7:44:01 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 7:44:01 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437


Ibu berperan penting dalam mendidik anak. Namun, bagi wanita bekerja, pertanyaan yang sering muncul adalah  bagaimana mendidik anak dengan baik meskipun harus membaginya dengan pekerjaan.

Melly Kiong, penulis buku "Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?" mengatakan orang tua,khususnya ibu yang bekerja di luar rumah umumnya memiliki perasaan  bersalah meninggalkan anak.

Ibu dua orang anak ini mengaku pernah mengalami hal serupa. Sebagai kompensasinya, orangtua selalu mengabulkan keinginan anak yang membuatnya memiliki  mental negatif seperti diantaranya  sulit diatur, egois dan membantah orang tua. Sering pula, orang tua merasa memiliki kekuatan menghakimi apa yang dilakukan anak tanpa memahami apa sebenarnya keinginan anak mereka.
 keinginan mereka.
 
"Orang tua terlalu cepat mengambil keputusan soal anak dan sangat tersiksa melihat kekurangan anak tanpa melihat kelebihan lainnya," katanya dalam Seminar Parenting di Toko Buku Leksika, akhir pekan lalu.

Menurut Melly, selain orangtua, anak bergaul bersama babysitter, dan keluarga lain. Kebanyakan keluarga mendidik anak tanpa adanya kesatuan komando. Seringkali, perbedaan cara didik orang tua inilah yang membuat anak bingung.
 
 "Ayah dan ibu harus satu suara dan saling mendukung dalam mendidik anak," katanya. 

Dalam mendidik anak, diperlukan cara mendidik secara dua arah, antara orang tua dan anak. Orang tua perlu mengajak anak berdiskusi mengenai mendidik anak. "Diskusi dengan anak dan berinteraksi akanmembangun komunikasi dengan anak sejak dini," tambah Melly.

Dia mengatakan mendidik anak tak hanya mempersiapkan inteletualitas, tapi juga kecerdasan emosional, spiritual,  mental juang tangguh dan kepercayaan diri. Ini diperlukan karena  dunia yang dihadapi anak di masa depan jauh lebih sulit daripada saat ini. "Biarkan anak belajar menjadi diri sendiri dan siapkan mentalnya," tandasnya.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 1:15:59 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, December 16, 2016 6:32:31 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,437
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top