Bentuk Kebiasaan Makanan Sehat Pada Anak

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 7:50:10 AM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 7:50:10 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


VIVAnews - Kebiasaan makan yang baik dan sehat harus dibentuk sedini mungkin. Karena, kebiasaan makan anak hingga dewasa akan menentukan kondisi kesehatannya kelak.

Masa-masa awal keemasan dalam membentuk kebiasaan makan anak dimulai saat umur enam bulan.

Saat usia enam bulan, anak mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI (air susu ibu). Rentang usia enam bulan hingga satu tahun, anak harus diperkenalkan beragam jenis makanan. Hal ini sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan mereka.

"Saat berusia enam bulan hingga satu tahun, menu makanan yang diperkenalkan pada anak memang harus beragam. Fungsinya agar lidah mereka memiliki banyak referensi rasa dan tidak hanya menyukai satu rasa saja," kata dr. Fiastuti Witjaksono, ahli gizi medik dari Universitas Indonesia, saat ditemui dalam acara "Sustagen 100% Untuk Buah hati Ibu" di Jakarta, 3 Februari 2010.

Menurut dokter Fiastuti, jika baru memperkenalkan makanan tertentu untuk pertama kalinya dan anak tidak suka, jangan langsung menghilangkannya dari daftar menu makanan. Justru harus terus diberikan agar anak terbiasa.

"Saat memperkenalkan makanan tertentu pada anak pertama kalinya, memang agak sulit. Lidah mereka belum terbiasa apalagi untuk bayi usia enam bulan yang biasa minum ASI. Coba berikan makanan baru selama dua atau tiga hari berturut-turut agar lidah anak terbiasa," tambah dr. Fiastuti.


Variasi menu memang sangat penting, tetapi jika Anda baru memperkenalkan menu baru, jangan langsung menggantinya jika anak tidak suka.


Hal ini agar anak mengenal beragam makanan dan tidak menjadi pemilih makanan. Karena, saat anak menjadi pemilih, ia akan cenderung menyingkirkan sayuran dan makanan yang tidak disukainya.

Untuk itu, mulailah memperkenalkan beragam variasi makanan pada anak sejak dini, agar kebutuhan gizi anak selalu terpenuhi dan tumbuh kembangnya menjadi optimal.


 

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 1:20:41 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top