Usia Ibu Hamil Pengaruhi Risiko Anak Autis

Posted By Rikaro.Ramadi Monday, March 25, 2013 8:01:40 AM
Add to Favorites0
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 8:01:40 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Usia ayah dan ibu ternyata mempengaruhi risiko anak lahir dengan gangguan autisme. Ibu yang hamil di usia 40 tahun ke atas memiliki risiko tinggi melahirkan anak autis. Ayah usia 40 tahun ke atas juga dapat meningkatkan risiko kelahiran anak autis jika menghamili wanita usia di bawah 30 tahun.

Demikian studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Universitas California Amerika Serikat terhadap lima juta kelahiran, seperti dikutip dari laman Associated Press, Senin, 9 Februari 2010.

Ibu hamil usia 40 tahun ke atas memiliki risiko melahirkan anak autis sebesar 50 persen dibandingkan ibu hamil usia 20-an tahun. Sedangkan ayah usia 40 ke atas yang menghamili wanita usia 20-an tahun meningkatkan risiko anak lahir autis sebesar 36 persen.

Meski demikian, studi yang dipaparkan dalam Jurnal Penelitian Autisme pada Minggu pekan lalu itu menunjukkan bahwa wanita hamil usia 40 tahun ke atas yang melahirkan anak autis tergolong sedikit. Jumlahnya tak lebih dari empat anak autis dari setiap 1.000 kelahiran.

Studi dilakukan dengan mempertimbangkan faktor lain seperti terapi kesuburan yang banyak dilakukan wanita dan pria usia 40 tahun ke atas yang ingin memiliki anak. Juga kemungkinan penyakit degeneratif yang mulai menyerang usia itu seperti diabetes, dan racun kimia yang terakumulasi dalam tubuh.

"Kami juga mempelajari faktor lingkungan seperti produk rumah tangga yang digunakan, terapi medis, diet, suplemen yang dikonsumsi, dan adanya infeksi," kata Irva Hertz-Picciotto, salah satu peneliti.

Hertz-Picciotto mengatakan, studi tersebut bukan dalam rangka menyalahkan orangtua yang memproduksi anak di usia tua. Studi dilakukan lebih untuk mencari tahu kaitan usia orangtua dan gangguan autisme pada anak.

Maureen Durkin, peneliti dari Universitas Wisconsin yang juga mempelajari hubungan usia orangtua dan autisme pada anak, mengingatkan para orangtua agar tak terlalu cemas dengan hasil penelitian itu. Meski risiko ada, tetapi banyak ayah dan ibu usia lebih 40 tahun yang melahirkan anak sehat dan normal.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Monday, March 25, 2013 1:29:47 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top