Agar Tetap Kompak dengan Anak

Posted By Rikaro.Ramadi Tuesday, March 26, 2013 11:05:25 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Tuesday, March 26, 2013 11:05:25 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Menghadapi putra dan putri yang beranjak dewasa memang sedikit rumit. Jalan pikiran mereka makin berkembang dan Anda tidak bisa terlalu memaksa atau melepaskannya begitu saja.

Seringkali saat berbicara dengan mereka, sebagai orang tua, Anda merasa tidak "nyambung". Tentunya hal ini menghambat komunikasi dan jika dibiarkan, Anda semakin tidak memahami jalan pikirannya. Agar tetap bisa mengerti bagaimana pemikiran anak remaja Anda, cobalah trik berikut.

1. Anak remaja suka kenekatan
Sikap dan kondisi psikologis anak remaja cenderung belum stabil. Mereka bisa mengekspresikan segala hal, mulai dari kemarahan, kesenangan, atau kesedihan secara berlebihan. Jadi, berusahalah memahami "kenekatan" dan "kegilaannya". Bersikaplah tenang saat menghadapinya, dan bukan dengan emosi yang tinggi.

2. Bergaul
Saat baru memiliki anak pertama, Anda membaca berbagi buku perawatan bayi. Nah, saat anak beranjak dewasa, bacalah juga apa yang dibacanya. Mulai dari majalah hingga novel favoritnya. Pelajari atau setidaknya kenali bagaimana pergaulan anak Anda. Hal yang tidak kalah penting adalah, mengetahui aktivititasnya di dunia maya. Bertemanlah dengannya di Facebook dan menjadi followernya di Twitter. Tapi ingat, bersikaplah seperti orang tua bukan mata-mata.

3. Jangan berlebihan
Emosi anak remaja cepat tersulut. Jadi, berhati-hatilah dalam bersikap atau mendisiplinkannya. Mungkin menurut Anda teguran yang dilontarkan padanya adalah hal biasa, tetapi itu bisa membuatnya kabur dari rumah. Hindari berteriak keras padanya apalagi memukulnya. Jika memang ada masalah jangan bersikap berlebihan.


Hadapi anak remaja Anda, seperti orang dewasa dan bukan anak kecil yang bisa langsung diperingati tanpa alasan. Jika Anda memang melarangnya, ungkapkan alasan kuat yang bisa diterimanya. Berikan ia waktu sebelum mengatakan "iya", karena mereka membutuhkan waktu lebih untuk mencerna alasan yang Anda ungkapkan.

4. Hati-hati saat adu argumen
Remaja akan menjadi lebih menentang, jika menemui hal yang mereka anggap tidak adil. Jangan kaget jika putra atau putri Anda menjadi pendepat yang luar biasa. Jika memang sikap mereka baik, berikanlah tanggung jawab dan kepercayaan. Masa ini sangat penting, untuk membentuknya menjadi pribadi  bertanggung jawab. Jangan menganggap jika mereka membantah adalah sebuah sikap kurang ajar. Kuncinya adalah, berikan alasan yang kuat hingga mereka tidak mungkin membantah perintah Anda.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 4:57:54 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top