Mengapa Mereka Gemuk Usai Menikah

Posted By Rikaro.Ramadi Tuesday, March 26, 2013 11:08:31 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Tuesday, March 26, 2013 11:08:31 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Pernikahan seringkali tak hanya membawa perubahan sikap, namun juga fisik. Pasangan menikah cenderung memiliki tubuh lebih gemuk dibandingkan saat masih lajang. Mengapa?

Studi Universitas Salonica dan Ioannina Yunani mengungkap, pria menikah memiliki risiko kenaikan berat tubuh hingga tiga kali lipat dari bobot saat masih lajang. Sedangkan wanita dua kali lipat.

Profesor Dimitris Kiorsis, salah satu peneliti, mengatakan, masalah obesitas sangat berhubungan dengan perubahan gaya hidup. Setelah menikah, seseorang cenderung malas berolah raga, frekuensi bercinta menurun, dan mengasup makanan bernutrisi buruk.

Berdasar penelitian yang dilakukan terhadap 17 ribu pasangan menikah usia 20-70 tahun, itu juga terungkap, pasangan menikah cenderung menjalani gaya hidup 'nyaman'. "Banyak waktu santai dan tanpa sadar menjadikan makanan sebagai pelampiasan," kata Kiorsis.

Mayoritas responden cenderung memiliki gaya hidup lebih sehat saat masing belum berumah tangga. Mereka lebih peduli dengan bentuk tubuh dan kesehatan tatkala belum memiliki pendamping tetap. "Para lajang lebih peduli penampilan untuk mendapatkan kekasih," ujarnya.

Di sela-sela presentasi hasil penelitian di Panhellenic Medical Conference, para pakar mengingatkan seluruh suami-isteri untuk memerangi masalah obesitas sedini mungkin. Mereka menyarankan para pasangan untuk mengagendakan aktivitas kebugaran minimal 30 menit per hari selama lima hari per minggu.

Obesitas tengah menjadi permasalahan serius di dunia. Jumlahnya terus berkembang. Pada 2020, delapan dari 10 pria dan tujuh dari 10 wanita diperkirakan menderita obesitas. Itu berarti secara tak langsung akan meningkatkan jumlah penderita jantung, diabetes, dan stroke.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 4:58:50 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top