Dua Menit Per Hari Agar Pernikahan Awet

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 27, 2013 10:27:50 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 10:27:50 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Kesibukan membuat pasangan seringkali sulit menemukan waktu bersama. Sehingga, banyak pasangan merasa hubungan merenggang seiring berjalannya waktu. Tanpa kedekatan dengan pribadi masing-masing, gangguan kecil dalam hubungan bisa berubah menjadi masalah serius.

Sesibuk apapun kegiatan harian, pasangan dapat menyisihkan waktu minimal dua menit untuk menjaga kedekatan emosional dengan pasangan. Berikut beberapa tips membangun kedekatan bersama pasangan seperti dikutiup dari laman Sheknows

1. Posisi nyaman
Duduk bersama di sofa atau tempat tidur dengan saling berhadapan. Tinggalkan semua aktivitas yang biasa Anda lakukan seperti menonton televisi atau membaca buku. Salah satu pasangan dapat mengatakan apapun yang ia inginkan, sementara pasangan lain hanya bertugas mendengarkan, bukan menanggapi.

2. Jujur tentang pikiran dan perasaan
Berbicara tanpa menatap wajah pasangan bisa membuat Anda tak menyadari ada ucapan yang menyakiti perasaan pasangan. Gunakan waktu dua menit untuk menceritakan hal yang membuat Anda marah atau kecewa terhadap pasangan. Bisa juga ceritakan kisah lucu dari kantor atau masa kecil kalian.

Bahkan, Anda menggunakan waktu dua menit hanya duduk diam, saling menatap dan merangkul satu sama lain.

3. Jangan menanggapi
Bila waktu dua menit telah habis, jangan membahas apa yang baru pasangan Anda katakan. Lakukan bergantian pada hari berikutnya selama seminggu. Anda juga harus patuh hanya membicarakannya dalam dua menit dan tidak saling menanggapi yang diceritakan pasangan.

4. Jangan menjadikannya 'pemanasan'
Bagaimanapun suasana yang tercipta selama proses 'komunikasi' tersebut, jangan lantas menganggapnya sebagai pemanasan sebelum bercinta. Bila ingin melakukan hubungan intim, lakukan di lain waktu.


Hasil dari komunikasi unik ini di antaranya:
- Perhatian penuh
Pasangan dapat saling mendengarkan pikiran dan perasaan masing-masing tanpa terganggu kegiatan lain seperti menonton televisi atau membaca koran. Kedua pasangan pun tak perlu khawatir akan reaksi pasangan sekaligus membebaskan diri mengeluarkan uneg-uneg.

- Lebih dekat
Pasangan yang menyisihkan waktu berdua tanpa interupsi hal lain, lebih memahami pasangan dan merekatkan hubungan mereka. Pasangan dapat saling mendukung dan memberi masukan agar hubungan mereka tetap erat.


Baca juga: Bahasa Tubuh Pria Pembohong

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Thursday, March 28, 2013 6:08:05 AM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top