Kenapa Pria Terlihat Tenang Saat Bertengkar

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 27, 2013 11:18:01 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 11:18:01 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Pria seringkali menjadi pihak yang lebih tenang saat terlibat pertengkaran dengan wanita. Hal itu ternyata dipengaruhi oleh area empati pada otak pria. Tetapi, para peneliti di University of Southern California dan University of Texas menemukan, pria yang berada dalam tekanan atau stres akut dan wajahnya terlihat marah, aktivitas area otak yang berhubungan dengan empati pada orang lain, berkurang.

Sedangkan pada otak wanita, bereaksi sebaliknya. Ada peningkatan aktivitas di area otak yang bertanggung jawab untuk merasakan empati, yang kemudian berusaha mengolah ekspresi wajah orang lain.

"Kondisi stres akut dapat berdampak pada aktivitas dan interaksi di area otak tertentu dengan cara yang berbeda pada pria dan wanita. Ketika di bawah tekanan, pria cenderung untuk menarik diri secara sosial sementara wanita akan mencari dukungan emosional," kata kepala peneliti Mara Mather, seperti dikutip dari Your Tango.

Dalam artikel yang akan dipublikasikan dalam jurnal NeuroReport, Mather dan timnya menjelaskan beberapa tes menunjukkan bahwa di bawah tekanan yang ekstrem, otak pria akan kurang menanggapi ekspresi wajah tertentu. Yaitu, ekspresi takut dan marah, yang sering diperlihatkan wanita ketika bertengkar dengan pasangannya.

Baik pria dan wanita menunjukkan aktivitas di area wajah dari otak, yang memproses rangsangan visual dasar, ketika ia melihat mimik wajah. Pada pria dan wanita juga diketahui ada respon di area otak yang digunakan untuk membaca ekspresi wajah. Tetapi, ketika mereka berada dalam keadaan stres akut, terjadi pengurangan aktivitas pada area otak pria yang membantu untuk memahami arti ekspresi wajah.

"Ini adalah penemuan pertama yang mengindikasikan bahwa perbedaan gender dalam efek stres pada perilaku sosial, lebih luas ke dalam salah satu ekspresi wajah yang paling dasar dalam mengolah ekspresi wajah orang lain," kata Mather.

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Thursday, March 28, 2013 3:48:02 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top