Benarkah Kelamin Anak Pengaruhi Risiko Cerai

Posted By Rikaro.Ramadi Wednesday, March 27, 2013 11:20:32 PM
Add to Favorites1
Author Message
Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Wednesday, March 27, 2013 11:20:32 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436


Sebuah penelitian mengungkap, pasangan memiliki anak sulung perempuan lebih banyak bercerai dibandingkan dengan mereka yang memiliki anak sulung laki-laki. Benarkah kelamin anak sulung menjadi faktor penentu perceraian?

Pada penelitian tahun 2003, Gordon Dahl, seorang ahli ekonomi dari University of California, dan Enrico Moretti dari UC Berkeley, menemukan, perceraian yang dialami pasangan dengan anak sulung perempuan 5 persen lebih tinggi dibandingkan pasangan dengan anak pertama laki-laki.

Persentasi meningkat menjadi 10 persen pada pasangan dengan tiga anak perempuan. Tapi, peneliti tidak berani menyimpulkan bahwa pasangan dengan anak sulung perempuan lebih berisiko mengalami perceraian. 

Terkait penelitian itu, sejumlah psikolog mempelajari pengaruh anak perempuan terhadap masalah orang tua. Mereka memperdebatkan kemungkinan seorang anak perempuan memberi dukungan sosial kepada ibunya untuk meninggalkan pernikahan yang buruk.

Keputusan bercerai pasti tidak mudah dan membutuhkan pertimbangan yang panjang. Saat merasa pernikahannya tak bisa dipertahankan, wanita cenderung memutuskan cerai demi masa depan putrinya.

"Terjebak dalam suatu pernikahan yang buruk, tampak sangat menyedihkan karena seorang wanita merasa dia mengajari anak perempuannya hal yang salah tentang cinta dan perkawinan," kata Susan Heitler, seorang psikolog, seperti dikutip dari Times of India.

"Bercerai pasti akan sulit dalam prakteknya, tetapi dalam pikiran banyak wanita ia tidak ingin bertahan dalam pernikahan yang buruk karena itu akan menjadi contoh negatif bagi putrinya dalam hal perkawinan," Heitler menambahkan. 

Dalam penelitian Gordon Dahl juga terungkap wanita belum menikah yang hamil lebih mungkin meresmikan hubungan jika janin berkelamin laki-laki. Wanita bercerai dengan memiliki anak laki-laki juga cenderung lebih mudah menikah lagi.


Baca juga: 10 Perceraian Paling Menguras Harta

Rikaro.Ramadi Marked As Answer
 Posted Thursday, March 28, 2013 3:49:45 PM
Leluhur

Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)Leluhur - (170,105 reputation)
Group: Forum Members
Last Active: Friday, October 14, 2016 9:16:19 PM
Posts: 5,166, Visits: 30,436
setelah membaca tidak ada salahnya mamberi komentar agar lebih hidup :)

Reading This Topic

Expand / Collapse

Back To Top